Jumat, 19 Jun 2026 19:54 WIB

Mas Dhito Minta Pengurus Baru FKUB Kediri Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

  • Penulis :
  • | Kamis, 18 Des 2025 20:40 WIB
Mas Dhito dalam pengukuhan pengurus baru FKUB Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito dalam pengukuhan pengurus baru FKUB Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri masa bakti 2025-2029.

Pengukuhan pengurus baru yang diketuai KH Misbahul Munir, pengasuh dari Ponpes Miftahul Ulum, Kecamatan Pare tersebut bertempat di Ruang Tegowangi, Lantai 3 Gedung BKAD Pemkab Kediri, Kamis (18/12/2025) siang.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Kepada pengurus baru Mas Dhito menyampaikan, meski di Kabupaten Kediri mayoritas warganya muslim, pihaknya berharap FKUB bisa tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

"Sampai dengan hari ini di Kabupaten Kediri alhamdulilah nihil gesekan antar umat beragama, itu yang harus kita syukuri dan harus kita jaga kedepannya," kata Mas Dhito.

Kemudian, Mas Dhito juga berpesan kepada pengurus FKUB supaya dapat menetralisir dan meminimalisir berkembangnya paham radikalisme di Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Terlebih dengan adanya bandara, mobilitas orang keluar masuk Kabupaten Kediri akan jauh lebih mudah. Pihaknya pun meyakini paham radikalisme itu telah masuk di Kabupaten Kediri.

"Dan saya yakin di beberapa daerah itu juga terjadi, maka itu (menetralisir radikalisme) yang harus dilakukan FKUB," tambahnya.

Terkait pencegahan radikalisme tersebut, Mas Dhito juga mengingatkan kepada FKUB untuk lebih ketat dalam melakukan screening izin pendirian rumah ibadah.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Sebab, salah satu syarat pendirian rumah ibadah yakni mengantongi rekomendasi dari FKUB. Pun begitu ditegaskan Mas Dhito, pengetatan rekomendasi itu, bukan berarti untuk mempersulit pendirian rumah ibadah.

"Mereka (FKUB) harus bisa melakukan screening, monitoring, mana kira-kira rumah ibadah yang dianggap punya tendensi untuk radikalisme," tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.