Rabu, 17 Jun 2026 11:42 WIB

Detik-detik Diskusi HAM GMNI Surabaya Dibubarkan Paksa Kelompok Intimidatif

Diskusi HAM GMNI Surabaya di Wisma Marinda dibubarkan paksa oknum mahasiswa bergaya preman. (Foto/WAG)
Diskusi HAM GMNI Surabaya di Wisma Marinda dibubarkan paksa oknum mahasiswa bergaya preman. (Foto/WAG)

jatimnow.com - Malam yang seharusnya menjadi ruang tukar pikiran di Wisma Marinda Surabaya mendadak mencekam. Kegiatan diskusi Hak Asasi Manusia (HAM) yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Raya dibubarkan paksa oleh sekelompok oknum mahasiswa yang bertindak layaknya preman, Selasa (16/12/2025).

Aksi intimidasi ini memicu gelombang kekecewaan di kalangan aktivis Surabaya. Ruang intelektual yang semestinya menjadi tempat aman untuk berdialektika justru dicederai oleh kekerasan fisik dan teriakan provokatif.

Baca Juga: Raperda Keolahragaan Jawa Timur dan Ujian Tata Kelola Olahraga yang Berkeadilan

Hingga berita ini diturunkan, GMNI Surabaya menyatakan keberatan atas serangan terhadap tradisi demokrasi mereka.

Berdasarkan keterangan kronologi dari pengurus cabang, massa tiba-tiba merangsek masuk saat diskusi sedang hangat berlangsung.

Kelompok penyerang yang diduga juga berstatus mahasiswa ini datang dengan teriakan intimidatif. Suasana diskusi HAM yang awalnya kondusif berubah jadi ajang tekanan mental bagi peserta.

Langkah intimidasi tersebut memaksa panitia menghentikan agenda sebelum tuntas. Tindakan ini dianggap sebagai preseden buruk bagi kebebasan berpendapat di lingkungan kampus dan organisasi mahasiswa Surabaya.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani, bersuara lantang menanggapi insiden memilukan tersebut. Ia mengutuk keras perilaku yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan semangat Marhaenisme itu.

"Kami sangat menyesalkan tindakan premanisme yang membubarkan diskusi HAM ini. Diskusi adalah ruang intelektual dan dialektika yang seharusnya dijaga bersama sebagai komitmen kita sebagai aktivis pergerakan," tegas Ni Kadek Ayu Wardani.

Kadek menilai, serangan ini merupakan serangan terhadap nilai dasar demokrasi. Menurutnya, dinamika dalam sebuah organisasi mahasiswa seharusnya berujung pada meja dialog, bukan otot-ototan di lapangan yang mencederai konstitusi organisasi.

Baca Juga: Transisi Kepemimpinan, Herald Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC GMNI Surabaya

GMNI Surabaya Raya tidak akan tinggal diam melihat aksi pembungkaman ini. Mereka mendesak semua pihak untuk kembali ke garis perjuangan yang sehat tanpa kekerasan. Ruang intelektual mahasiswa harus tetap hidup meski ada perbedaan pandangan di dalamnya.

"Ke depan, perbedaan sekecil apa pun harus tuntas lewat dialog sehat. Marhaenisme harus dijaga dari tindakan yang justru mencoreng nama baik organisasi," tambah Kadek.

Saat ini, DPC GMNI Surabaya Raya tengah mengkaji langkah-langkah organisasi dan mempertimbangkan pelaporan hukum terkait dugaan intimidasi dan perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.