Kamis, 18 Jun 2026 11:35 WIB

Gubernur Jatim Resmikan Huntara Korban Tanah Gerak Trenggalek

  • Penulis :
  • | Jumat, 05 Des 2025 07:59 WIB
Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Huntara di Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Huntara di Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan hunian sementara (Huntara) untuk warga korban bencana tanah gerak di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Trenggalek. Huntara ini dilengkapi dengan kandang domba komunal untuk perputaran dan pemulihan ekonomi korban bencana.

Khofifah mengatakan, lokasi Huntara korban bencana tanah gerak Desa Ngrandu cukup strategis. Akses yang mudah dijangkau dan dekat perkampungan masyarakat.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

"Ini sifatnya masih Huntara, tapi jika sewaktu-waktu ingin dijadikan hunian tetap, maka perlu renovasi rumah. Dan ini kami tugaskan ke bupati untuk mengurus status tanah dan penataan hunian," ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Huntara bisa menjadi harapan baru bagi korban bencana. Mengingat Huntara sudah dilengkapi dengan kandang domba komunal untuk menggerakan ekonomi warga terdampak bencana.

"Selain itu, Huntara juga sudah dilengkapi dengan masjid. Lahan sisa Huntara digunakan untuk kandang komunal dan menanam sayur warga," terangnya.

Khofifah berpesan kepada masyarakat di Jatim untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam. Mengingat wilayah Jatim berada dalam kawasan ring of fire.

"Jadi harus selalu waspada, antisipasi dan mitigasi terhadap potensi bencana alam," ungkapnya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Sementara itu Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menambahkan, Huntara untuk warga terdampak bencana tanah gerak ini berasal dari bantuan Pemprov Jatim. Disisi lain, Baznas dan Pramuka juga membantu untuk pembangunan masjid.

"Total ada 27 kepala keluarga (KK) yang menempati Huntara. Selain itu ada 11 KK terdampak bencana yang tinggal di tanah sendiri," imbuhnya.

Lokasi Huntara ini dipilih beradasarkan lokasi yang strategis. Kawasan lebih aman, vegetasi masih rapat dan dekat pemukiman masyarakat sekitar.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Jadi warga yang di Huntara tidak merasa terisolasi, karena lokasinya dekat dengan perkampungan warga," tuturnya.

Mas Ipin menjelaskan, lahan yang tidak terpakai di Huntara dijadikan sebagai kandang domba komunal dengan bibit unggul. Domba ini bisa menjadi perputaran ekonomi warga terdampak bencana alam.

"Domba yang disediakan kami ambil dari bibit unggul. Nanti dalam setiap 3 bulan sudah bisa dipanen dan dijual warga," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.