Rabu, 17 Jun 2026 01:36 WIB

Buronan Narkoba Kelas Kakap Tertangkap, Ansor: Bongkar Jaringan Besar

Dewi ditangkap dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di Kamboja, Senin (1/12/2025). (Foto/Tangkapan Layar)
Dewi ditangkap dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di Kamboja, Senin (1/12/2025). (Foto/Tangkapan Layar)

jatimnow.com - Upaya panjang memburu buronan kelas kakap kasus narkotika, Dewi Astutik alias PA (43), akhirnya membuahkan hasil.

Setelah bertahun-tahun menghindari kejaran aparat dan masuk daftar buron Interpol, Dewi ditangkap dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) di Kamboja, Senin (1/12/2025).

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengonfirmasi keberhasilan penangkapan tersebut dan memastikan pihaknya akan menjemput langsung Dewi untuk dibawa ke Jakarta.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

“BNN akan melakukan penjemputan langsung dari Kamboja,” ujarnya.

Dewi Astutik dikenal sebagai salah satu pelaku utama dalam kasus penyelundupan dua ton sabu dengan nilai fantastis mencapai Rp5 triliun.

Skala kasus tersebut menjadikannya salah satu target prioritas dalam operasi pemberantasan narkotika lintas negara dan salah satu buronan paling dicari oleh aparat Indonesia.

Keberhasilan menangkap Dewi langsung mendapat apresiasi dari Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril.

Ia menilai penangkapan ini sebagai momentum penting dalam perang panjang melawan peredaran narkotika.

“Penangkapan Dewi Astutik hanyalah langkah awal. Usut semua yang terlibat dari level atas hingga jaringan paling bawah. Hancurkan seluruh mata rantai narkoba tanpa kompromi,” tegas Musaffa’, Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan BNN dalam menangkap buronan narkoba adalah kemenangan moral bagi bangsa, terutama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Baca Juga: Panen Semangka Kuning Tuban, Ansor Siap Pasok MBG

“Kami mendukung penuh upaya BNN menindak gembong-gembong besar narkoba. Ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi menyangkut masa depan generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Menurut Musaffa’, narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi mampu menggerogoti nilai sosial, meretakkan keluarga, hingga mengguncang stabilitas masyarakat secara luas.

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) ini menguraikan alasan kuat di balik dukungan Ansor Jatim terhadap operasi BNN.

“Narkoba adalah ancaman langsung terhadap keberlanjutan bangsa. Dampak nya tidak hanya menghancurkan fisik dan mental pengguna, tetapi juga memutus masa depan generasi muda,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kasus Dewi menunjukkan keterlibatan jaringan kejahatan terorganisir internasional, yang berarti Indonesia menghadapi infiltrasi mafia global.

Dari sisi sosial-ekonomi, nilai sabu Rp5 triliun menggambarkan skala kerusakan yang sangat besar.

Baca Juga: Perkuat SDM dan Industri Halal, GP Ansor Gandeng Mitra Tiongkok

Peredaran narkoba meningkatkan kriminalitas, merusak tatanan keluarga, mengganggu produktivitas masyarakat, hingga menambah beban negara dalam rehabilitasi.

“Kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada hanya sekadar nilai barang bukti,” jelasnya.

Musaffa’ menegaskan bahwa Ansor sebagai organisasi kepemudaan berbasis nilai-nilai keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga generasi muda.

Pemberantasan narkoba bagi Ansor bukan hanya agenda keamanan, tetapi bagian dari dakwah sosial untuk membentuk karakter pemuda yang kuat dan bermartabat.

“Perang melawan narkoba adalah perang seluruh elemen bangsa. Kami di Ansor Jatim akan selalu berdiri di garda depan menjaga generasi muda,” tegasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.