Selasa, 16 Jun 2026 09:30 WIB

Melihat Perayaan Sederhana Hari Raya Kuningan Umat Hindu di Lamongan

Umat Hindu Desa Balun, Lamongan saat merayakan Hari Raya Kuningan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com).
Umat Hindu Desa Balun, Lamongan saat merayakan Hari Raya Kuningan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com).

jatimnow.com - Perayaan Hari Raya Kuningan digelar sederhana oleh Umat Hindu di Desa Balun, Kecamatan Turu, Lamongan.

Hari raya kuningan dirayakan 210 hari sekali tepat 10 hari setelah Hari Raya Galungan momen menghormati dan mengiringi kepulangan para leluhur ke alamnya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Ratusan Umat Hindu memadati Pura Swetta Maha Suci, Desa Balun untuk sembahyang bersama pada Sabtu (29/11/2025) kemarin

Menurut kepercayaan Hindu, perayaan ini merupahan hari dimana dewa, leluhur, dan petari kembali ke kayangan setelah 10 hari bersama umat selama Hari Raya Galungan.

"Kegiatannya kita sembahyang bersama. Kita memohon kepada para dewa, para leluhur," kata Mangku Tadi, Pemangku Umat Hindu Desa Balun.

Dalam persembahyangan, umat melakukan puja dengan pebanten yang berwarna kuning, yang melambangkan kemakmuran dan permohonan keselamatan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kami mengadakan persembayangan bersama melakukan puja dengan pebanten yang isinya itu ada kuningnya karena kuning itu adalah merupakan satu kemakmuran, lambang dari kemakmuran," lanjut Mangku Tadi.

Peserta perayaan sebagian besar adalah umat Hindu di Jawa, dengan beberapa tambahan dari Bali yang sedang bekerja di Lamongan.

"Yang mengikuti disini yang banyak adalah umat sendiri di Jawa mungkin nanti ada satu dua orang beliau yang bapak-bapak yang berdinas di Lamongan dari Bali itu biasanya juga ikut sembahyang di pura ini," ungkapnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Harapan utama umat Hindu di hari raya ini adalah mendapatkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Selalu hidup dalam kebaikan dan menjauhi kemungkaran.

"Harapannya semoga umat Hindu selalu diberikan suatu keanugerahan, kesehatan, banyak rezeki, dan bisa menjalankan Dharma itu di setiap harinya. Ini yang penting. Karena Dharma itu adalah bekal kita nanti menghadap kepada Tuhan Sanghyang Widhi," tuturnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.