Minggu, 21 Jun 2026 05:18 WIB

Tahun Ini Produksi Padi di Trenggalek Tertinggi Dalam 10 Tahun Terakhir

  • Penulis :
  • | Rabu, 26 Nov 2025 12:42 WIB
Foto: Petani saat memanen padi. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Petani saat memanen padi. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek memproyeksi produksi padi di tahun 2025 tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Disisi lain indeks pertanaman padi (IP) di Trenggalek telah mencapai 2,56.

Kepala Dispertapan Trenggalek, Imam Nurhadi mengatakan, tahun ini IP atau rata-rata jumlah masa tanam dan panen dalam satu tahun padi di Trenggalek telah mencapai 2,56. Artinya tahun ini hampir semua lahan pertanian padi sudah melakukan 3 kali masa tanam dalam satu tahun.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Sedangkan tahun lalu IP hanya 1,98 atau petani hanya melakukan 2 kali masa tanam padi. Ini disebabkan karena fenomena El Nino," ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Dengan meningkatnya IP, menunjukan bahwa luasan lahan tanam di Trenggalek meningkat. Dampaknya, produksi padi juga mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Kami mendata produksi padi di Trenggalek sampai hari ini sudah mencapai 264 ribu ton. Tahun ini produksi padi tertinggi dalam 10 tahun terakhir," jelasnya.

Imam mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan IP dan produksi padi meningkat di Trenggalek. Diantaranya, cuaca mendukung dan sumber pengairan sawah didukung oleh pemerintah. Sehingga petani mudah untuk mengairi lahan sawahnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Dengan IP meningkat, juga berdampak pada serapan pupuk subsidi yang bagus. Karena masa tanam petani akan menentukan serapan pupuk subsidi," ungkapnya.

Mendekati akhir tahun 2025 serapan pupuk subsidi telah mencapai 80 persen. Imam memperkirakan serapan bisa mencapai 90 persen pada akhir Desember mendatang.

"Kalau tahun 2024 serapan pupuk subsidi sekitar 80 persen," tuturnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Disisi lain, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan penurunan harga pupuk subdisi 20 persen sejak Oktober lalu. Tentu kebijakan ini disambut positif oleh petani.

"Dengan turunnya harga pupuk subsidi, diharapkan dapat menggenjot produksi pertanian khususnya di Trenggalek," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.