Kamis, 18 Jun 2026 10:32 WIB

Pemkot Kediri Dorong Remaja Jadi Agen Perubahan Cegah Stunting dan Stop Bullying

  • Penulis :
  • | Selasa, 11 Nov 2025 16:04 WIB
Edukasi cegah stunting bagi remaja Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Edukasi cegah stunting bagi remaja Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Untuk mendorong peran aktif remaja sebagai agen perubahan pencegahan stunting dan anti bullying di sekolah, Pemerintah Kota Kediri melalui DP3AP2KB menggelar edukasi remaja peduli stunting, Selasa (11/11/2025).

Mengusung tema 'Saatnya remaja bergerak cegah stunting dan stop bullying', kegiatan dilaksanakan di Ruang Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan dan mengundang 200 remaja berusia 12 hingga 17 tahun dari 47 SLTP dan 24 SLTA di Kota Kediri.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

Staf Ahli masyarakat dan SDM Zachrie Ahmad dalam sambutannya mengatakan tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen dalam membangun generasi unggul dimulai dari remaja yang sehat baik fisik, mental maupun sosial.

"Kalian harus menjadi generasi yang saling mendukung bukan menjatuhkan, tidak ada ruang untuk perundungan di sekolah Kota Kediri dan jadilah duta stop pernikahan usia dini," tegasnya.

Zachrie juga berpesan kepada peserta agar mengkonsumsi makanan sehat, pola hidup seimbang serta menjadi teladan di sekolah masing-masing. “Remaja Kota Kediri adalah generasi cerdas, sehat, dan peduli. Kalian adalah calon ibu dan ayah masa depan. Saya optimis kalian kelak akan melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan bebas stunting,” ujarnya.

Sementara itu menyoroti masalah stunting, Zachrie mengatakan stunting masih menjadi tantangan nasional, termasuk di Kota Kediri. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023, prevalensi stunting nasional mencapai 21,5 persen. Sedangkan di Kota Kediri pada tahun 2024, angkanya mencapai 17,6 persen. Untuk itu, Pemerintah kota kediri terus memperkuat langkah nyata untuk menekan stunting.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

“Kita memiliki 31 SPPG dengan total penerima manfaat mencapai 77 ribu 710 orang. Mulai dari ibu hamil, balita, pelajar Paud hingga SMA juga santri pondok pesantren. Lebih dari 1.200 relawan SPPG ikut turun tangan setiap hari memastikan program ini berjalan baik. Ini adalah kerja besar yang patut kita syukuri bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB dr Fajri Mubasysyir mengungkapkan pemberdayaan remaja penting dilakukan mengingat remaja merupakan generasi penerus dan calon orang tua masa depan yang memegang peranan sangat strategis.

“Selama ini, upaya pencegahan stunting sering difokuskan pada ibu hamil dan balita, padahal di sisi lain jika remaja memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang benar terkait gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta kebersihan diri, maka mereka berpotensi menjadi kunci dalam memutus rantai Stunting antar-generasi,” terangnya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, dr Fajri berharap para peserta lebih interaktif untuk menyerap informasi yang disampaikan narasumber. Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap dan perilaku para remaja untuk lebih bertanggungjawab, menerapkan perilaku hidup sehat, menghentikan perilaku bullying, pencegahan pernikahan anak dan edukasi pencegahan stunting.

Sebagai informasi, kegiatan ini mendatangkan Fasilitator PUG KLA Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber serta turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, perwakilan cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Pengurus PIK-R Kota Kediri dan Pengurus Forum Anak Kota Kediri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.