Minggu, 07 Jun 2026 16:28 WIB

Status Semeru Awas! Radius 8 Km Zona Merah, Warga Diminta Waspada

Awan panas guguran (APG). (Foto/Tangkapan Layar)
Awan panas guguran (APG). (Foto/Tangkapan Layar)

jatimnow.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada hari ini, Rabu (19/11/2025).

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan visual dan data kegempaan yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang berpotensi membahayakan pemukiman di lereng gunung dan aliran sungai yang berhulu dari puncak.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Kenaikan status ini membawa implikasi serius bagi masyarakat sekitar. PVMBG mengeluarkan rekomendasi resmi yang harus dipatuhi dengan ketat. Dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 8 km dari puncak Gunung Semeru

Selain itu, pembatasan sektoral juga diberlakukan hingga sekitar 20 km ke arah selatan–tenggara, terutama di area aliran Besuk Kobokan dan aliran anak sungai terkait, untuk mengantisipasi potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar.

Di lapangan, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru (PGA Semeru) terus memantau perkembangan situasi gunung Semeru meletus.

"Terjadi peningkatan frekuensi erupsi dan guguran, kami mencatat letusan dan awan panas yang memengaruhi sektor selatan-tenggara," ujar Yadi, petugas Pos PGA Semeru, Rabu (19/11/2025).

Yadi juga menegaskan bahwa petugas setempat telah mengeluarkan imbauan evakuasi dan terus berkoordinasi dengan BPBD dan aparat desa setempat.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

"Kami minta warga tidak kembali ke area terdampak dan mengikuti arahan evakuasi. Keselamatan adalah prioritas," tambahnya.

Analisis dari PVMBG dan BNPB menyoroti beberapa risiko utama yang perlu diwaspadai saat status naik ke Level IV, antara lain: awan panas guguran (APG) yang dapat menyebar sepanjang aliran sungai berhulu dari puncak, guguran lava pijar di lereng, serta lahar dingin atau luapan material saat hujan deras setelah erupsi, yang dapat meningkatkan risiko banjir dan pendangkalan sungai.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk segera mematuhi zona aman 8 km dari puncak dan sektoral 20 km ke selatan-tenggara, serta menyiapkan tas darurat yang berisi dokumen penting, obat-obatan, air, dan makanan tahan lama.

BPBD Kabupaten Lumajang, aparat kecamatan, dan pos-pos pengamatan telah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan evakuasi.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Sementara itu, PVMBG mengimbau media dan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi untuk mencegah kepanikan.

Gunung Semeru, sebagai gunung berapi stratovulcano aktif, memang kerap mengeluarkan guguran maupun letusan eksplosif dalam beberapa tahun terakhir.

Peningkatan status Semeru menjadi Level IV menandakan potensi bahaya yang lebih besar dan memerlukan tindakan mitigasi cepat dari otoritas dan masyarakat di zona terdampak. Data historis dan pengamatan rutin PVMBG menjadi dasar kebijakan penetapan level ini.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.