Senin, 15 Jun 2026 18:42 WIB

Realisasi PAD Pasar Trenggalek Masih 50 Persen, Ini Kendalanya

  • Penulis :
  • | Kamis, 13 Nov 2025 09:59 WIB
Foto: Kondisi salah satu pasar di Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kondisi salah satu pasar di Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Kabupaten Trenggalek berupaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pasar yang masih realisasi 50 persen dari target 2025.

Kepala Diskomindag Kabupaten Trenggalek, Saniran mengatakan, pada tahun 2025 target PAD sektor pasar Rp 3,9 miliar. Namun hingga kini, realisasi PAD masih 50 persen.

Baca Juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

"Sampai saat ini PAD tercapai 50 persen. Sedangkan masa retribusi berakhir pada 31 Desember 2025 mendatang," ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Rendahnya capaian PAD sektor pasar dinilai akibat kondisi ekonomi yang lesu di masyarakat. Sehingga berdampak pada rendahnya penerimaan retribusi.

"Tapi masalah utamanya adalah pedagang pasar yang belum membayar retribusi," ucapnya.

Ada dua sumber PAD di Diskomindag Kabupaten Trenggalek. Yakni, retribusi jasa umum dan retribusi jasa usaha.

"Retribusi jasa umum berlaku untuk pelataran, kios dan los yang ada di pasar," terangnya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Saniran menjelaskan, berdasarkan data yang diterima Diskomindag, rata-rata realisasi retribusi semua pasar di Trenggalek hanya 50 persen. Termasuk Pasar Pon Trenggalek.

"Pasar Pon Trenggalek itu potensinya besar tapi sulit direalisasikan. Tahun ini target PAD di Pasar Pon mencapai Rp 800 juta, tapi baru terealisasi 50 persen," jelasnya.

Rendahnya realisasi PAD sektor pasar membuat Diskomindag Kabupaten Trenggalek membuat strategi baru. Yakni, menggerakan tenaga di dinas untuk keliling pasar secara berkala menarik retribusi.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Kalau mengandalkan petugas pasar saja tidak mampu. Maka kami akan terjunkan tim ke pasar untuk optimalisasi retribusi di sisa waktu tahun ini," paparnya.

Meski realisasi PAD masih 50 persen dari target Rp 3,9 miliar, namun tahun 2026 PAD sektor pasar dinaikan menjadi Rp 4,1 miliar.

"Disisa waktu ini kami akan optimalkan, semoga di akhir tahun capaian PAD bisa 100 persen," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.