Minggu, 21 Jun 2026 19:09 WIB

Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 11 Jun 2026 21:50 WIB
Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait evaluasi atas penerapan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)
Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait evaluasi atas penerapan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). (Foto: Ide Farid/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Probolinggo kini tengah menghadapi tantangan besar dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Potensi kebocoran pendapatan dari sektor parkir dan pajak kendaraan bermotor disinyalir mencapai ratusan juta rupiah per tahun. 

Ironisnya, kebocoran ini terjadi karena Kota Probolinggo menjadi pusat aktivitas harian bagi warga Kabupaten Probolinggo, namun kontribusi finansialnya justru masuk ke kas daerah tetangga.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Akar masalah ini bersumber dari skema parkir berlangganan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Ribuan kendaraan dari wilayah perbatasan seperti Kecamatan Tongas, Sumberasih, dan Wonomerto, secara administrasi masuk wilayah Kabupaten. Namun, mobilitas harian mereka berada di wilayah Kota Probolinggo. Karena sudah membayar parkir berlangganan di Kabupaten, kendaraan-kendaraan tersebut bebas parkir di area kota tanpa membayar retribusi sepeser pun.

"Kendaraan dari tiga kecamatan itu berpelat Kabupaten dan sudah membayar parkir berlangganan ke sana. Ketika masuk Kota Probolinggo, mereka tidak dikenakan biaya parkir lagi. Sementara kota tidak mendapatkan apa-apa," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Pudi Adji Tjahjo Wahono, Kamis (11/6/2026).

Dampak dari ketimpangan regulasi ini sangat dirasakan oleh pihak kota. Selain hilangnya potensi PAD yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah setiap tahunnya, Pemkot Probolinggo juga harus menyediakan ruang parkir serta menanggung dampak kepadatan lalu lintas. 

Keterbatasan kantong parkir resmi pada akhirnya memaksa kendaraan memanfaatkan badan jalan, yang memicu munculnya parkir liar saat acara publik seperti Car Free Day (CFD). 

Untuk mengatasi hal ini, Dishub berencana menggelar pertemuan dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Pemkab Probolinggo guna merumuskan formula kerja sama yang lebih adil.

Sebagai langkah taktis menekan kebocoran di lapangan, Dishub Kota Probolinggo tengah menganggarkan pengadaan dua unit sistem parkir portabel senilai Rp400 juta hingga Rp500 juta melalui sistem Inaproc. Sistem yang ditargetkan terealisasi dalam dua bulan ke depan ini nantinya akan mengandalkan portal otomatis untuk pembatasan akses. 

Baca Juga: Suasana Haru Sambut 312 Jemaah Haji Probolinggo di Kantor Wali Kota

Pengadaan ini menjadi bagian dari program digitalisasi parkir guna memperketat pengawasan, sekaligus menyajikan transparansi data untuk meminimalkan celah pungli atau kebocoran PAD di lapangan.

Persoalan ini ternyata tidak berhenti di sektor parkir saja. Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Ryadlus Sholihin Firdaus  mengungkapkan bahwa sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga mengalami kebocoran serupa. 

Hal ini dipicu oleh regulasi terbaru yang membuat besaran pendapatan daerah berbasis pada domisili registrasi kendaraan, bukan lagi sekadar mengandalkan skema bagi hasil rata seperti sebelumnya. Ryadlus mengkritik keras fenomena kendaraan luar daerah yang bebas mengaspal namun minim kontribusi bagi pembangunan kota.

“Jangan sampai Kota Probolinggo hanya kebagian asapnya saja. Kendaraannya beroperasi di kota, jalan yang rusak ditanggung kota, dampak lingkungannya dirasakan kota, tetapi pajaknya justru masuk ke daerah lain,” tegas Ryadlus.

Baca Juga: Budiono Wirawan Dilantik Jadi Sekda Kota Probolinggo, Sisihkan 2 Kandidat Lain

Sebagai langkah awal yang paling realistis, DPRD mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tinggal di Kota Probolinggo namun masih menggunakan kendaraan berpelat Kabupaten atau luar daerah untuk segera melakukan mutasi kendaraan. 

Langkah dari kalangan ASN ini diharapkan bisa menjadi contoh nyata sebelum sosialisasi serupa diperluas kepada masyarakat umum secara bertahap. 

Jika tidak segera dibenahi melalui sinkronisasi kebijakan antar-daerah, Kota Probolinggo berisiko terus menanggung beban ekologis dan kerusakan infrastruktur jalan tanpa menerima manfaat fiskal yang sepadan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.