Minggu, 21 Jun 2026 10:31 WIB

Pemkab Trenggalek Kebut Pengurukan Lahan Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

  • Penulis :
  • | Rabu, 12 Nov 2025 11:59 WIB
Foto: Lahan sekolah rakyat yang disiapkan Pemkab Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Lahan sekolah rakyat yang disiapkan Pemkab Trenggalek. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pemkab Trenggalek tengah mengebut proses pengurukan lahan sawah di Kelurahan Sumbergedong yang menjadi lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat. Besaran anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,5 miliar.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko mengatakan, sebagai upaya percepatan pembangunan gedung Sekolah Rakyat Trenggalek, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare. Lahan tersebut merupakan aset Pemkab Trenggalek berupa area persawahan.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Dalam kententuan, luasan lahan Sekolah Rakyat yang harus disiapkan pemerintah daerah itu 6 hektare," ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Pemkab Trenggalek memiliki kewajiban untuk menyiapkan tata ruang lahan dan persyaratan administrasi berupa dokumen lingkungan serta Detailed Engineering Design (DED).

"Sedangkan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat akan ditangani oleh pemerintah pusat, setelah persyaratan terpenuhi," terangnya.

Anjang menjelaskan, karena lahan yang disiapkan untuk gedung Sekolah Rakyat berupa area persawahan perlu dilakukan pengurukan. Pemkab Trenggalek telah memulai pengerjaan tanah uruk sejak 6 November 2025 lalu.

"Kebutuhan tanah uruk untuk lahan Sekolah Rakyat mencapai 21.000 meter kubik," jelasnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Pengerjaan tanah uruk ditargetkan rampung pada 5 Desember 2025. Adapun anggaran yang digelontorkan mencapai Rp2,5 miliar.

"Proses pengerjaan tanah uruk ini kami targetkan selesai dalam waktu 30 hari. Dengan estimasi per hari mampu mengangkut 700 meter kubik," paparnya.

Anjang mengungkapkan, Pemkab Trenggalek juga telah membuat MoU dengan BBWS untuk dapat memanfaatkan disposal dari material Bendungan Bagong.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Kediri Sepi Peminat, Sistem Asrama Jadi Kendala

"Meski cuaca tidak terlalu mendukung, tapi kami masih optimis bisa menyelesaikan pengerjaan tanah uruk sesuai target," ungkapnya.

Apabila proses pengurukan tanah dan administrasi telah diselesaikan oleh Pemkab Trenggalek, maka pemerintah pusat akan memulai pembangunan kontruksi gedung Sekolah Rakyat.

"Sesuai hasil rapat terakhir, pembangunan kontruksi akan dimulai pada akhir Desember 2025," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.