Senin, 15 Jun 2026 22:29 WIB

Kejar Peningkatan Performa Tim, Persik Kediri Hanya Beri Jatah Libur Tiga Hari

Foto: Pemain Persik Kediri saat melawan Persebaya Surabaya. (Persik Kediri/jatimnow.com)
Foto: Pemain Persik Kediri saat melawan Persebaya Surabaya. (Persik Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com-Persik Kediri tak mengambil jatah libur terlalu panjang pada agenda FIFA Matchday November ini. Mereka hanya memberikan jatah libur kepada pemain selama 3 hari. Setelah itu mereka akan menggelar latihan rutin seperti semula. Langkah ini diambil pasca skuad Macan Putih gagal menang di 3 laga terakhir. Mereka memerlukan waktu untuk meningkatkan performa pemain.

Pelatih Persik Kediri, Ong Kim Swee mengatakan, libur tiga hari dinilai cukup untuk menghilangkan kepenatan para pemain. Selebihnya, waktu yang ada akan dipergunakan untuk meningkatkan performa tim.

Baca Juga: Liga Persik 2026 Dimulai, Fondasi Pembinaan Pesepakbola Kediri Raya

"Saya rasa pemain merasakan kepenatan. Dan mereka akan kita berikan waktu libur beberapa hari. Libur ini penting karena mereka akan beristirahat secara fisik dan mental. Saat mereka kembali, mereka akan datang dalam kondisi lebih prima," ujarnya, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

Pelatih asal Malaysia itu melanjutkan, hasil imbang dari laga kandang kontra Persebaya menjadi perhatian khusus bagi dirinya untuk melakukan evaluasi kembali terhadap tim.

"Kita masih memiliki dua pertandingan penting di bulan November sebelum libur kembali. Oleh karena itu, persiapan akan kita tempuh sebaik mungkin untuk mendapatkan keputusan atau hasil yang kita inginkan," ungkapnya.

Baca Juga: Persik Kediri Ingin Tutup Musim dengan Kemenangan di Kandang Persebaya

Diketahui, Persik Kediri baru akan kembali bermain pada Kamis (20/11/2025) menghadapi Persija Jakarta sebagai tim tamu. Setelah itu Persik akan bermain menghadapi Semen Padang pada Kamis (27/11/2025) sebagai tim tuan rumah.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.