Kamis, 18 Jun 2026 12:20 WIB

Pemkab Kediri Kenalkan Melon Hidroponik, Diharapkan Jadi Pemicu Petani Milenial

  • Penulis :
  • | Kamis, 06 Nov 2025 19:30 WIB
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa saat panen perdana greenhouse melon hidroponik. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa saat panen perdana greenhouse melon hidroponik. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan memperkenalkan budidaya melon hidroponik yang ditanam di lahan idle UPTD Benih Pare seluas 800 meter persegi, Rabu (5/11/2025). Kegiatan tersebut sekaligus menandai panen perdana melon hidroponik serta penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Sukadi, menjelaskan bahwa proyek melon hidroponik ini merupakan rintisan yang bertujuan memotivasi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

“Panen perdana greenhouse melon hidroponik ini merupakan rintisan dari kami agar anak-anak muda tertarik bertani. Mereka bisa belajar sejak dini, bahkan sambil kuliah pun bisa menanam melon. Harapan kami seperti itu,” terangnya.

Kebun hidroponik seluas 800 meter persegi tersebut ditanami 2.300 pohon melon dengan hasil panen mencapai sekitar 3,5 ton. Harga jualnya pun lebih tinggi dibanding melon konvensional, yakni sekitar Rp25.000 per kilogram di tingkat petani.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan uji coba penanaman tiga varietas melon hidroponik, yaitu Golden Apolo, Inathon, dan Huni Glups.

“Alhamdulillah, lahan Pemkab yang sebelumnya sempat menganggur kini bisa dimanfaatkan untuk penanaman melon hidroponik. Ada tiga jenis yang ditanam, yaitu Inathon, Huni Glups, dan Golden Apolo,” ujarnya.

Dewi menuturkan bahwa pertanian modern seperti ini diharapkan menjadi pemicu (trigger) bagi petani muda untuk menekuni sektor pertanian.

“Harapan Mas Bupati, kegiatan ini bisa menjadi trigger bagi petani muda. Mereka tidak harus turun ke sawah membawa cangkul, karena dengan teknologi seperti ini, sambil sekolah pun bisa bertani dan menghasilkan,” katanya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Sementara itu, Vinorita, Fungsional POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman Ahli Muda) Dispertabun, menjelaskan keunggulan melon hidroponik dibanding melon konvensional. Menurutnya, sistem hidroponik tidak memerlukan penyemprotan hama terlalu sering dan lebih aman saat musim hujan.

“Kalau di lahan biasa, kita harus sering menyemprot. Tapi di sistem hidroponik, pengendalian OPT hanya dilakukan jika ada serangan hama. Biayanya jadi lebih efisien, meski modal awalnya memang lebih tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dewi menambahkan bahwa pertanian hidroponik memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan di berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Ia berharap, seperti halnya nanas sebagai produk unggulan daerah, melon hidroponik ini juga dapat menarik perhatian wisatawan yang datang melalui Bandara Dhoho untuk dijadikan oleh-oleh khas Kediri.

Pemkab Kediri juga terus mendorong pemasaran produk pertanian lokal melalui kerja sama dengan berbagai daerah, termasuk Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Baca Juga: Panen Melon 1,7 Ton di Tanggulangin, Pertagas OEJA Perkuat Ketahanan Pangan

“Mas Bupati telah membuka kerja sama dengan daerah lain untuk memasarkan produk pertanian asal Kabupaten Kediri,” jelas Dewi.

Selain itu, Pemkab juga memberikan bantuan traktor roda empat kepada 10 kelompok tani. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja dan kesejahteraan petani.

“Harapannya, dengan bantuan alat pertanian ini, petani bisa lebih sejahtera karena alatnya bisa dimanfaatkan bersama,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.