Panen Melon 1,7 Ton di Tanggulangin, Pertagas OEJA Perkuat Ketahanan Pangan
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Rabu, 10 Jun 2026 12:56 WIB
jatimnow.com - Program budidaya melon modern berbasis greenhouse di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan hasil menjanjikan.
Pada musim tanam terbaru, petani yang dikelola BUMDes Jaya Raya berhasil memanen sekitar 1,7 ton melon dengan potensi omzet mencapai Rp51 juta.
Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight
Keberhasilan panen tersebut mendapat dukungan dari PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA) dalam Program CSR Cakra Sembada yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Panen raya berlangsung pada Rabu (10/6/2026) dan dihadiri Camat Tanggulangin Arie Prabowo, Manager Pertagas OEJA Dimas Satya Kartika Brata, pengurus BUMDes Jaya Raya, serta warga setempat.
Greenhouse melon yang menjadi mitra binaan Pertagas OEJA itu kini berkembang menjadi salah satu sentra pertanian modern di wilayah Tanggulangin.
Dalam satu siklus budidaya selama sekitar 70 hari, tanaman mampu menghasilkan buah dengan bobot rata-rata 1,8 hingga 2,5 kilogram per buah.
Dengan harga jual sekitar Rp30 ribu per kilogram, hasil panen kali ini diperkirakan menghasilkan pendapatan hingga Rp51 juta.
Angka tersebut meningkat dibanding panen perdana pada Maret 2026 yang menghasilkan sekitar 700 kilogram melon dengan rata-rata berat 1,5 kilogram per buah.
Camat Tanggulangin Arie Prabowo mengatakan keberhasilan budidaya melon tersebut membuktikan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat mampu memberikan manfaat nyata.
Baca Juga: MNJ Bersholawat Kembali Digelar, Siapkan Kapasitas 20 Ribu Jemaah
“Greenhouse Melon di Desa Ganggangpanjang memiliki nilai strategis karena sampai sekarang menjadi satu-satunya sentra budidaya melon modern di Kecamatan Tanggulangin. Peluang pasarnya sangat baik. Sekitar 50 persen hasil panen langsung dibeli pengepul untuk dipasarkan ke Pasar Induk, sedangkan sisanya diserap masyarakat sekitar,” katanya.
Menurut Arie, tingginya permintaan pasar menjadi modal penting untuk mengembangkan model pertanian serupa di desa lain guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Manager Pertagas OEJA Dimas Satya Kartika Brata menyebut ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kemampuan masyarakat menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Melalui Program CSR Cakra Sembada, kami berupaya menghadirkan program yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi desa. Hasil yang dicapai saat ini menjadi bukti bahwa pengembangan pertanian berbasis masyarakat memiliki prospek yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus BUMDes Jaya Raya, Yenik, mengatakan panen melon mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain membeli hasil panen, warga juga dapat merasakan pengalaman memetik buah langsung dari greenhouse.
Baca Juga: Hotel Neo Waru Sidoarjo Hadirkan Sukacita Natal untuk Anak Panti
“Masyarakat sangat antusias karena bisa menikmati hasil panen sekaligus memetik melon langsung dari pohonnya. Kegiatan seperti ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga,” kata Yenik.
Pertagas berharap keberhasilan panen raya tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pengembangan pertanian modern berbasis greenhouse di Desa Ganggangpanjang.
Selain menghasilkan produk pertanian berkualitas, model usaha tersebut juga membuka peluang kerja baru, meningkatkan kapasitas petani, serta memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.
Program CSR Cakra Sembada menjadi bagian dari komitmen Pertagas dalam menjalankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG), sekaligus mendorong masyarakat agar mampu mengelola potensi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Editor : Ali Masduki