Sabtu, 20 Jun 2026 12:46 WIB

Menjadi Keynote Speaker di Blitar, Megawati Serukan Kemerdekaan Palestina

  • Penulis :
  • | Sabtu, 01 Nov 2025 17:26 WIB
Foto: Megawati saat menjadi keynote speaker di Blitar. (Bramanta/jatimnow.com
Foto: Megawati saat menjadi keynote speaker di Blitar. (Bramanta/jatimnow.com

jatimnow.com - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menjadi keynote speaker dalam seminar internasional “Commemorative Seminar of the 70th Anniversary of the 1955 Bandung Asian–African Conference: Bung Karno in a Global History” di Blitar.

Acara yang digelar di Auditorium Sukarno, Kompleks Makam Bung Karno, ini dihadiri oleh akademisi dan peneliti dari 32 negara, serta menjadi bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Dalam seminar tersebut Megawati kembali menyerukan kemerdekaan hakiki bagi Palestina dan persatuan global negara-negara Asia-Afrika.

Megawati menegaskan bahwa semangat Dasa Sila Bandung belum sepenuhnya terwujud jika Palestina masih belum merdeka secara utuh.

Kemerdakaan yang hakiki bagi Palestina belum terwujud sepenuhnya. Dukungan terhadap Palestina bukanlah isu politis semata, melainkan moral dan kemanusiaan universal yang diwariskan langsung dari Bung Karno.

“Jadi kalau saya ikuti kemarin di PBB, saya selalu mengatakan bahwa yang namanya Palestina Merdeka itu harus berdaulat, merdeka penuh. Jadi bukan harus ada tawar-menawar,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Pernyataan ini memperkuat posisi Indonesia yang konsisten membela Palestina di berbagai forum internasional, termasuk di PBB dan Global Civilization Dialogue di Beijing yang juga dihadiri Megawati pada Juli 2025.

Megawati menilai bahwa Konferensi Asia–Afrika bukan sekadar peristiwa diplomatik historis, melainkan manifesto moral dunia yang masih relevan hingga kini — terutama di tengah meningkatnya ketimpangan global, perang, dan krisis kemanusiaan.

“KAA adalah simbol paling kuat dari visi internasional Bung Karno. Dunia harus kembali menghidupkan semangatnya untuk membangun tata dunia yang lebih adil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Megawati juga mengingatkan bahwa solidaritas Asia–Afrika tidak boleh berhenti pada wacana politik masa lalu. Semangat itu harus diterjemahkan menjadi kerja sama konkret menghadapi tantangan baru seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan neokolonialisme digital.

"Jadi bagi saya, tolonglah, jika kita bisa membuat pikiran kita futuristik ke masa depan, tolonglah, kita harus bersama lagi untuk mewujudkannya. Karena jika tidak kita bersatu, saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.