Jumat, 19 Jun 2026 20:03 WIB

Pemkab Kediri Komitmen Tekan Angka Stunting, Targetkan di Bawah 5 Persen

  • Penulis :
  • | Selasa, 28 Okt 2025 17:30 WIB
Mas Dhito dalam kegiatan rembug stunting di Kabupaten Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito dalam kegiatan rembug stunting di Kabupaten Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen menekan angka stunting secara lebih signifikan dengan menggelar Rembug Stunting di Gedung Bagawanta Kediri, Selasa (28/10/2025).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hal sepele, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan masa depan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

“Stunting selalu menjadi persoalan. Dan saya harap satu, dua, tiga tahun ke depan bisa selesai. Kalaupun ada hal-hal yang tidak bisa diselesaikan, tolong disampaikan, bagaimana kita harus intervensi,” tegasnya.

Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Kabupaten Kediri turun dari 8,16 persen menjadi 8,04 persen atau menurun 0,46 persen. Meski sudah menunjukkan progres, Mas Dhito menilai hasil tersebut belum signifikan dan perlu dorongan lebih kuat agar bisa mencapai target di bawah 5 persen.

“Penurunan 0,46 persen itu masih kecil. Kita harus evaluasi, kenapa belum signifikan. Salah satu penyebabnya karena masih ada warga yang berpindah-pindah tempat pemeriksaan sehingga data tidak akurat. Ini yang sedang kita perbaiki,” jelasnya.

Mas Dhito juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, baik antar-OPD maupun dengan instansi vertikal seperti Kemenag, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk mengatasi masalah stunting.

“Yang punya instrumen sampai ke bawah itu tidak hanya Pemkab atau pemerintah desa, tapi juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Jadi kerja bersama, kerja kolaboratif, bareng-bareng kita intervensi di mana titik-titiknya, karena setiap daerah berbeda-beda,” terangnya.

Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya bergantung pada faktor gizi, tetapi juga kebersihan lingkungan dan ketersediaan sanitasi.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

“Penyebab utama stunting bukan lagi gizi yang buruk, tapi kadang warga tidak peduli terhadap kebersihan air,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengungkapkan bahwa berkat kerja keras seluruh tim, Kabupaten Kediri berhasil meraih penghargaan kategori terbaik tingkat kabupaten se-Jawa Timur dalam percepatan penurunan stunting.

“Alhamdulillah, berkat dukungan Bapak Bupati dan kerja bersama seluruh tim, Kabupaten Kediri mendapat penghargaan terbaik pertama di tingkat provinsi Jawa Timur untuk kategori kabupaten. Penghargaan ini kami terima pada bulan Juli lalu di Surabaya,” ungkapnya.

Mbak Wabup menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi seluruh elemen, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

“Tim TPPS bekerja bersama lintas sektor, baik OPD, kecamatan, desa, hingga masyarakat. Karena penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tapi juga seluruh elemen Forkopimda dan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mas Dhito menegaskan pentingnya kerja kolaboratif dan pembaruan data yang akurat di setiap kecamatan. Ia meminta para camat untuk memperbarui data secara berkala dan menjadikan capaian penurunan stunting sebagai indikator kinerja.

“Penurunan angka stunting di setiap kecamatan menjadi indikator penilaian kinerja camat. Maka tolong betul-betul dikawal. Saya ingin sebelum saya purna, angka stunting di Kabupaten Kediri bisa mencapai nol persen,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.