Rabu, 17 Jun 2026 14:28 WIB

September-Oktober, 541 Hektare Hutan di Mojokerto Ludes Terbakar

Relawan dan sejumlah instansi terkait saat melakukan pemadaman kebakaran hutan.
Relawan dan sejumlah instansi terkait saat melakukan pemadaman kebakaran hutan.

jatimnow.com – Selama musim kemarau ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mojokerto meningkat. Terhitung sejak awal September hingga pertengahan Oktober 2018, sudah ada 541 hektare hutan yang ludes terbakar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Mochammad Zaini mengatakan, 541 hektare itu merupakan hutan di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo dan Perusahan Hutan Negara Indonesia (Perhutani).

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

"Lahan Tahura saja, total luasnya sekitar 10 ribu hektare, yang terbakar seluas 299 hektare. Wilayah Perhutani total luasnya sekitar 14.521 hektare, yang terbakar 242 hektare," kata Zaini kepada jatimnow.com, Selasa (16/10/2018).

Hingga saat ini, lanjut Zaini, titik api atau hot spot masih terpantau di hutan wilayah Tahura. Sedangkan, hot spot di wilayah hutan Perhutani sudah dinyatakan padam seluruhnya.

"Alhamdulillah sekarang sudah padam (kebakaran di wilayah hutan Perhutani), mudah-mudahan tidak muncul hot spot baru. Kami juga berharap segera turun hujan agar kebakaran di wilayah hutan Tahura segera padam," ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Desa dan Kelurahan di Tulungagung Kesulitan Bangun KDKMP, Ini Sebabnya

Disinggung soal jalur pendakian yang melintasi kawasan hutan Tahura dan Perhutani di Kabupaten Mojokerto, Zaini menjelaskan sebagian jalur pendakian masih ditutup hingga saat ini.

"Karena pertimbangan keselamatan dan demi tidak munculnya hot spot baru, sebagian jalur pendakian masih ditutup. Tapi kemarin kami sudah sepakat, keputusan ini kami serahkan ke masing-masing pengelola," terangnya.

Zaini juga mengimbau kepada para pendaki yang bermalam di hutan, agar tetap menjaga alam dengan cara tidak membuat api saat di tengah hutan. Sebab, hal ini bisa memicu kebakaran hutan.

Baca Juga: Rumah di Kediri Terbakar Gegara Obat Nyamuk Saat Pemilik Pergi Mancing

"Kita sendiri sudah sering menyampaikan, oke lah boleh kita naik ke gunung, membuka tenda dan sebagainya, tetapi harus kita jaga bersama. Kemarin kita sudah sepakat, bahwa kalau naik ke atas sudah steril, yang tidak bisa mematuhi ya tidak boleh naik," pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.