Selasa, 16 Jun 2026 22:44 WIB

Perkuat Ketahanan Tanah, Bandora Grup Rilis Dolomit Satara Tepat Hari Pahlawan

Bandora Grup memutuskan untuk memajukan peluncuran ke 10 November 2025, Hari Pahlawan Nasional. (Foto: Bandora Grup for JatimNow.com)
Bandora Grup memutuskan untuk memajukan peluncuran ke 10 November 2025, Hari Pahlawan Nasional. (Foto: Bandora Grup for JatimNow.com)

jatimnow.com - Bandora Grup, bersama Bandar Dolomit Nusantara Grup (Big) dan Santri Grup, akan meluncurkan produk dolomit unggulan bernama “Satara” (Sahabat Tanah Nusantara). Hal itu sebagai upaya memperkuat kemandirian sumber daya mineral nasional

Penambangan dolomit akan dimulai serentak pada minggu keempat Oktober 2025 di tiga kabupaten di Jawa Timur: Gresik, Lamongan, dan Tuban. Peluncuran resmi produk “SATARA” dijadwalkan pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Founder sekaligus pemilik Big, Santri Grup, dan Bandora Grup, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, menyebut pemilihan tanggal peluncuran tersebut memiliki makna simbolis.

“Kami ingin Dolomit Satara menjadi pahlawan bagi tanah Nusantara. Produk ini bukan sekadar komoditas tambang, melainkan bentuk kontribusi nyata bagi ketahanan tanah Indonesia,” ujar Gus Lilur di Surabaya, Jumat (24/10).

Dolomit “Satara” diposisikan sebagai produk yang ramah lingkungan dan bernilai sosial tinggi. Nama Satara merupakan akronim dari Sahabat Tanah Nusantara, yang menggambarkan fungsi dolomit sebagai mineral penting untuk menyeimbangkan keasaman tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Menurut Gus Lilur, proyek tambang ini bukan sekadar bisnis, melainkan bagian dari misi sosial-ekologis. “Kami ingin menghadirkan produk dolomit yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan memberi manfaat bagi petani serta masyarakat sekitar tambang,” katanya.

Sambil menunggu pembangunan pabrik dolomit milik Bandora Grup rampung, perusahaan menggunakan sistem Maklon Upah Giling. Melalui skema ini, proses penggilingan dan pengemasan dolomit dilakukan oleh pihak ketiga, sementara bahan bakunya berasal dari tambang yang dikelola Big dan Santri Grup.

Sistem maklon ini memungkinkan perusahaan mempercepat distribusi produk ke pasar tanpa mengorbankan kualitas.

“Maklon Upah Giling adalah solusi efisien sementara kami menyiapkan fasilitas produksi sendiri. Setelah pabrik Bandora berdiri, seluruh proses akan kami kendalikan langsung untuk menjaga mutu dan transparansi,” jelas Gus Lilur.

Baca Juga: Gus Lilur Tagih Janji KEK Tembakau Madura demi Berantas Rokok Ilegal

Tiga wilayah tambang, yakni Gresik, Lamongan, dan Tuban, dipilih karena memiliki cadangan dolomit berkualitas tinggi serta akses distribusi yang strategis. Penambangan akan dikelola oleh Kontraktor Tambang Santri Grup, dengan sistem pengawasan lingkungan ketat untuk memastikan kegiatan tambang tetap berkelanjutan.

“Kami berkomitmen menjalankan tambang yang bertanggung jawab. Setiap aktivitas kami pantau agar tidak menimbulkan kerusakan lahan dan justru memberi dampak ekonomi positif bagi warga sekitar,” ungkapnya.

Rencana peluncuran awal Dolomit Satara sebenarnya dijadwalkan pada 9 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Antikorupsi Dunia. Namun, manajemen Bandora Grup memutuskan untuk memajukan peluncuran ke 10 November 2025, Hari Pahlawan Nasional.

Pemilihan tanggal ini, menurut Gus Lilur, merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.

Baca Juga: Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Berantas Mafia BBL

“Kami ingin memperingati Hari Pahlawan dengan karya nyata. Dolomit Satara kami dedikasikan bagi mereka yang berjuang menjaga tanah air secara harfiah dan maknawi,” tegasnya.

Dengan semangat nasionalisme dan kepedulian lingkungan, Bandora Grup menargetkan Satara menjadi merek dolomit lokal yang mampu bersaing di pasar nasional. Produk ini juga diharapkan menjadi simbol kebangkitan sektor tambang rakyat yang adil dan berkelanjutan.

“Satara bukan hanya nama merek, tapi gerakan. Kami ingin mengembalikan semangat bahwa sumber daya alam harus dikelola untuk kemakmuran rakyat,” tutup Gus Lilur.

Peluncuran Dolomit Satara di Hari Pahlawan menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri tambang nasional berbasis keadilan sosial dan kemandirian lokal.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.