Selasa, 16 Jun 2026 10:58 WIB

Transformasi Layanan Kesehatan, BSN dan Kemenkes Dorong SNI Smart Hospital

Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Y. Kristianto Widiwardono. (Foto: BSN for JatimNow.com)
Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Y. Kristianto Widiwardono. (Foto: BSN for JatimNow.com)

jatimnow.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Kementerian Kesehatan RI mengambil langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan infrastruktur kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan nasional.

Kolaborasi lintas sektor ini resmi menginisiasi pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) Smart Hospital, sebuah pedoman penting menuju rumah sakit pintar yang terintegrasi dan efisien.

Baca Juga: BSN Dorong Penguatan Metrologi untuk Kebijakan Berbasis Data

Plt. Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, menegaskan bahwa inisiatif ini sangat krusial dan selaras dengan target pemerintah.

“Pengembangan SNI Smart Hospital ini sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden 2025–2029, yang menargetkan terwujudnya rumah sakit kabupaten/kota yang lengkap dan modern,” ujar Kristianto saat membuka International Healthcare Engineering Fair (INAHEF) 2025 di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Langkah BSN dan Kemenkes ini muncul di tengah sejumlah pekerjaan rumah yang masih dihadapi sektor kesehatan. Meskipun akses terus meningkat, data menunjukkan Indonesia masih tertinggal dalam sejumlah aspek global.

Mengutip CEOWORLD Magazine (April 2024), Indonesia berada di peringkat 39 dari 110 negara dalam Indeks Layanan Kesehatan. Skor infrastruktur medis dan tenaga kesehatan profesional Indonesia tercatat 64,37, menunjukkan perlunya peningkatan standar menyeluruh.

Data dari Statice Health International (Mei 2024) juga mengungkapkan fakta bahwa 62,9 persen penduduk masih kesulitan memperoleh layanan kesehatan, meskipun Indonesia memiliki ribuan rumah sakit dan puskesmas. Kondisi ini yang mendorong BSN dan para pemangku kepentingan untuk menciptakan standar yang dapat memacu modernisasi dan pemerataan fasilitas.

Kristianto menambahkan, BSN menyelenggarakan Sosialisasi dan Diskusi Nasional Rancangan SNI Smart Hospital dalam rangkaian INAHEF 2025. Diskusi ini berfokus pada rencana implementasi dan roadmap penerapan SNI Smart Hospital nasional untuk periode 2026–2029.

Baca Juga: Hadapi EUDR, BSN Perkuat Akreditasi ISPO Sawit Nasional

Sejak 2024, penyusunan standar ini melibatkan kolaborasi erat antara Kemenkes, Perkumpulan Teknik Pelayanan Kesehatan Indonesia (PTPI), asosiasi profesi, akademisi, hingga rumah sakit percontohan. SNI Smart Hospital ditargetkan dapat ditetapkan pada tahun 2025.

Selain itu, BSN juga mengajak Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri untuk bersinergi dengan Kemenkes dalam memfasilitasi penerapan standar ini di seluruh fasilitas kesehatan Indonesia.

Inisiasi ini mendapat dukungan luas, termasuk dari ranah internasional. Forum Teknik Pelayanan Kesehatan Internasional yang digelar bersama BSN, Kemenkes, dan sejumlah kementerian lain ini dihadiri oleh ribuan peserta.

Presiden PTPI, Eko Supriyanto, mengungkapkan animo besar terhadap standar baru ini. “Tak hanya dari dalam negeri, forum juga diikuti oleh perwakilan rumah sakit dan kementerian kesehatan dari Malaysia, Singapura, dan Vietnam, serta menghadirkan pakar internasional dari Belanda, Jepang, Tiongkok, dan berbagai negara lainnya,” ungkap Eko.

Baca Juga: PW Kopi, Pionir Kopi Premium Sumsel yang Kantongi Sertifikasi SNI

Dengan penerapan SNI Smart Hospital, standar ini tidak hanya bertujuan meningkatkan mutu dan efisiensi, tetapi juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan luar negeri.

Lebih jauh, standar ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pariwisata kesehatan (medical tourism) di Indonesia, menjadikannya berdaya saing global.

Hingga September 2025, BSN telah menetapkan 15.993 SNI, di mana 521 di antaranya secara spesifik terkait dengan alat dan fasilitas kesehatan. Melalui standar terbaru ini, BSN berkomitmen menjadikan sistem layanan kesehatan Indonesia lebih berorientasi pasien dan berkelanjutan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.