Rabu, 17 Jun 2026 02:58 WIB

Pertama di Jawa Timur, MAC Gelar Pameran Lukisan Anak Autisme

Mohammad Cahyadi dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, menyaksikan aksi melukis Dany Aryasatya Putra Yudha, seorang pelukis autis dari Kota Mojokerto. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Mohammad Cahyadi dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, menyaksikan aksi melukis Dany Aryasatya Putra Yudha, seorang pelukis autis dari Kota Mojokerto. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Malang Autism Center (MAC) merayakan satu dekade pengabdiannya dengan menggelar pameran lukisan anak autisme bertajuk "GUIDELINES PAMERAN LUKISAN DAN KARYA ART EXHIBITION DAY: VOICES FROM THE SPECTRUM".

Acara yang berlangsung mulai 17 hingga 26 Oktober 2025 di Malang Creative Center atau MCC ini menampilkan karya dari 16 pelukis anak dengan autisme dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta hingga Mojokerto.

Baca Juga: Gerak Senyap Kelurahan di Malang Wujudkan Mimpi Ramah Disabilitas 2026

Pameran tersebut bukan hanya menjadi yang pertama di Jawa Timur, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus mampu berekspresi dan berkarya jika diberikan ruang yang inklusif dan suportif.

Pendiri dan CEO Malang Autism Center (MAC), Mohammad Cahyadi, mengungkapkan bahwa pameran ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, khususnya di Malang Raya, bahwa anak-anak autisme memiliki potensi yang sama dengan anak-anak lainnya.

"Ini pameran pertama di Malang Raya, dan sepengetahuan saya, belum ada pameran sejenis di Jawa Timur dengan skala 16 pelukis anak autisme yang berbeda. Tujuan kami adalah agar masyarakat lebih aware tentang autisme, karena data menunjukkan literasi masyarakat tentang autisme masih sangat minim," ujarnya.

Pengunjung melihat lukisan karya anak autisme di di Malang Creative Center atau MCC. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Pengunjung melihat lukisan karya anak autisme di di Malang Creative Center atau MCC. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Lukisan-lukisan yang dipamerkan dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 11 juta. Perbedaan harga ini mencerminkan jam terbang dan prestasi masing-masing pelukis.

"Harga lukisan bervariasi karena masing-masing pelukis memiliki jam terbang dan prestasi yang berbeda. Semakin mahal, biasanya pelukis tersebut sudah punya nama dan prestasi sebelumnya," jelas Cahyadi.

Baca Juga: Siapa Bilang Anak Autisme Tak Bisa Kerja? Intip Pabrik Air MAC di Malang

Acara pembukaan pameran ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko. Ia memberikan apresiasi atas inisiatif Malang Autism Center.

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap rekan-rekan autisme. Mereka memang memiliki keterbatasan, tetapi juga memiliki kelebihan. Mereka perlu perlindungan dari pemerintah untuk saling melengkapi, karena di dalam undang-undang diatur bahwa mereka mempunyai hak yang sama," kata Tri Joko.

Pengunjung melihat lukisan karya anak autisme di di Malang Creative Center atau MCC. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Pengunjung melihat lukisan karya anak autisme di di Malang Creative Center atau MCC. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Pameran lukisan autisme ini merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan 10 tahun Malang Autism Center.

Baca Juga: Hebat! Tangan Tangguh Anak Autisme Malang Olah 27.776 Paket Nasi Ramadan

Cahyadi menambahkan bahwa puncak acara akan diadakan pada tanggal 25 dan 26 Oktober 2025, berupa seminar nasional tentang autisme dengan menghadirkan lima dokter spesialis dan sejumlah akademisi serta praktisi di bidang autisme.

"Seminar nasional ini akan membahas berbagai aspek tentang autisme, mulai dari kesehatan tulang, rehabilitasi medik, kesehatan gigi, hingga perkembangan bicara. Kami juga akan menghadirkan para ahli untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka," pungkasnya.

Pameran lukisan anak autisme ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang autisme dan memberikan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk terus berkarya dan berprestasi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.