Gerak Senyap Kelurahan di Malang Wujudkan Mimpi Ramah Disabilitas 2026
- Penulis : Ali Masduki
- | Minggu, 26 Apr 2026 11:18 WIB
jatimnow.com - Anggaran negara untuk kelompok rentan seringkali menguap dalam bentuk sosialisasi satu hari atau seremoni tanpa bekas. Fenomena "habis anggaran dalam sehari" ini coba didobrak oleh Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Lewat inisiasi Posyandu Disabilitas, pihak kelurahan mengubah gaya lama menjadi intervensi kesehatan yang menyentuh akar rumput.
Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar
Lurah Penanggungan, Amanullah Abror, mengakui langkah ini lahir dari kegelisahan terhadap efektivitas anggaran untuk anak, perempuan, lansia, dan disabilitas.
Menurutnya, dampak berkelanjutan jauh lebih berharga daripada acara formal yang hanya berlangsung beberapa jam.
"Kami ingin ada interaksi rutin yang nyata. Tahun 2025 merupakan masa pembentukan, dan kini di 2026 kami masuk ke tahap pelaksanaan secara masif," ujar pria yang akrab disapa Manu itu saat ditemui disela kegiatan pada Sabtu (25/4/2026).
Founder MAC, Mohammad Cahyadi bersama tim memberikan asesmen kepada warga dalam kegiatan Posyandu Disabilitas di Kelurahan Penanggungan, Kota Malang. Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan dan pemetaan kebutuhan terapi bagi penyandang disabilitas. (Ali Masduki/jatimnow.com)
Program ini bukan sekadar pendaftaran administrasi. Kelurahan Penanggungan menggandeng Malang Autism Center (MAC) untuk memetakan sekitar 42 penyandang disabilitas di wilayah tersebut.
Hasilnya, ditemukan sebaran 30% disabilitas fisik dan 10% penyandang autisme yang mayoritas berasal dari keluarga menengah ke bawah dengan keterbatasan mobilitas.
Manu menegaskan komitmennya untuk memangkas birokrasi yang selama ini menghambat akses kesehatan bagi warga difabel.
"Tujuan kami adalah masyarakat bisa langsung mendapatkan layanan di kantor kelurahan. Kami tidak ingin berhenti pada rekreasi satu hari, tapi ada dampak jangka panjang melalui pendataan dan asesmen yang tepat," tambahnya.
Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan
Langkah taktis ini mendapat apresiasi dari Founder MAC, Mohammad Cahyadi. Ia menekankan bahwa prinsip mens sana in corpore sano harus berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali.
Cahyadi melihat potensi besar dari anggaran yang tersedia di 57 kelurahan di Kota Malang, namun sayangnya baru tiga kelurahan yang bergerak konkret.
"Bagi keluarga prasejahtera, biaya terapi Rp150 ribu hingga Rp350 ribu per sesi itu sangat berat. Uang segitu bisa untuk makan dua minggu. Melalui kolaborasi ini, kami memberikan subsidi silang lewat dukungan donatur," jelas Cahyadi.
MAC sendiri telah menyiapkan lembaga terapi OTA sejak 2022 yang mampu memberikan intervensi hingga 25 jam seminggu dengan biaya yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua, seperti pengemudi ojek daring atau buruh pabrik.
Terapis MAC melatih kemampuan motorik anak dalam kegiatan Posyandu Disabilitas di Kelurahan Penanggungan, Kota Malang. Pendampingan dilakukan melalui permainan untuk membantu perkembangan fisik dan kepercayaan diri anak. (Ali Masduki/jatimnow.com)
Baca Juga: Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal
Dampak nyata ini dirasakan langsung oleh warga. Jaelani, salah satu orang tua yang membawa dua anaknya, Muhammad Sugiyanto dan Aldino, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan rutin di level kelurahan. Aldino, yang terlihat ceria mengikuti sesi permainan motorik, mengaku senang bisa beraktivitas bersama kawan sebayanya.
"Ini sudah kedua kalinya adik ikut pemeriksaan. Sangat membantu karena lokasinya dekat dengan rumah," ungkap Jaelani.
Ke depan, Kelurahan Penanggungan membidik status sebagai Kelurahan Ramah Disabilitas percontohan. Manu berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan alat terapi dan penyediaan shelter terapi sederhana dengan memanfaatkan ruang yang ada di kantor kelurahan.
Pihaknya juga membuka pintu lebar bagi sektor swasta yang ingin menyalurkan bantuan melalui program CSR untuk memperkuat fasilitas bagi warga berkebutuhan khusus tersebut.
Editor : Ali Masduki