Rabu, 22 Jul 2026 12:27 WIB

ARTOTEL TS Suites Pamerkan "MADYA" Seni Lintas Daerah

  • Penulis :
  • | Jumat, 17 Okt 2025 20:13 WIB
Pameran ini mengajak pengunjung untuk menafsirkan ulang gagasan tentang pusat dalam peta seni Indonesia.  (Foto: Fajar/jatimnow.com)
Pameran ini mengajak pengunjung untuk menafsirkan ulang gagasan tentang pusat dalam peta seni Indonesia. (Foto: Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com – ARTOTEL TS Suites Surabaya kembali berkolaborasi dengan Indonesia Contemporary Art New Wave (ICANW) menggelar pameran seni bertajuk "MADYA – The Unfixed Center".

Pameran ini resmi dibuka pada Jumat, 17 Oktober 2025, dan berlangsung hingga 17 Januari 2026 di ARTSPACE, lantai UG ARTOTEL TS Suites Surabaya.

Pameran ini menampilkan 40 karya dari 15 seniman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Surabaya, Lamongan, Blitar, Pasuruan, Yogyakarta, Sidoarjo, Jombang, Madiun, dan Gresik.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Karya-karya tersebut menggunakan beragam medium, mulai dari lukisan, keramik, kolase, hingga material eksperimental seperti ekstrak tumbuhan.

"ARTSPACE selalu menjadi wadah untuk menampilkan keberagaman ekspresi dan gagasan para seniman Indonesia," ujar Teddy Patrick, General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya.

"Melalui MADYA – The Unfixed Center, kami ingin mendukung perkembangan seni kontemporer lintas generasi yang berani menantang batas dan menciptakan perspektif baru tentang pusat dan pinggiran," lanjutnya.

Mengusung konsep "The Unfixed Center", pameran ini mengajak pengunjung untuk menafsirkan ulang gagasan tentang pusat dalam peta seni Indonesia.

Baca Juga: Polemik DKS Memanas, Seniman Surabaya Turun ke Jalan

Kurator pameran, Dwiki Nugroho Mukti, menjelaskan bahwa "tengah" bukan lagi titik tetap yang mengatur arah, melainkan ruang cair yang memungkinkan dialog antara wilayah, generasi, dan praktik artistik yang berbeda.

"Kami ingin menghadirkan ruang di mana gagasan dan praktik dari berbagai daerah bisa saling menegosiasikan posisi tanpa hierarki," kata Dwiki.

MADYA adalah tentang keberadaan di tengah, bukan di antara dua kutub, tapi sebagai ruang kemungkinan yang terus tumbuh.

Pameran "MADYA – The Unfixed Center" menjadi perayaan atas keberagaman bentuk, medium, dan narasi yang tumbuh dari berbagai latar lokal.

Baca Juga: Seniman Surabaya Besok Gelar Aksi Besar, Protes Pengusiran DKS dari Balai Pemuda

Setiap karya merekam dinamika pengalaman para seniman terhadap identitas, ingatan, serta perubahan sosial yang mereka rasakan di wilayah masing-masing.

Reporter: Fajar Mujianto

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.