Rabu, 22 Jul 2026 06:40 WIB

Seniman Surabaya Besok Gelar Aksi Besar, Protes Pengusiran DKS dari Balai Pemuda

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 10 Mei 2026 21:44 WIB
Ratusan seniman dan aktivis Surabaya akan menggelar aksi solidaritas besok, Senin (11/5), menolak pengosongan sekretariat DKS di Balai Pemuda. (Foto: Bonang for jatimnow.com)
Ratusan seniman dan aktivis Surabaya akan menggelar aksi solidaritas besok, Senin (11/5), menolak pengosongan sekretariat DKS di Balai Pemuda. (Foto: Bonang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Eskalasi ketegangan antara pegiat budaya dan Pemerintah Kota Surabaya mencapai puncaknya. Besok, Senin (11/5/2026), ratusan massa yang tergabung dalam publik kesenian, akademisi, hingga aktivis mahasiswa dipastikan akan mengepung Balai Kota Surabaya dalam gelombang Aksi Solidaritas Publik Kesenian Surabaya.

Aksi ini merupakan respons keras atas kebijakan sewenang-wenang terkait upaya pengosongan ruang sekretariat dan Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di kawasan Balai Pemuda. Kebijakan administratif tersebut dinilai telah melukai sejarah panjang Surabaya sebagai kota peradaban.

Baca Juga: Surabaya Fashion Festival Jadi Magnet, Warga Bebas Foto Bareng Peraga

Koordinator Lapangan Aksi, Taufik Monyong, menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk perlawanan moral terhadap praktik penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Menurutnya, pengosongan DKS yang merupakan ruang kreatif tersebut merupakan bukti birokrasi gagal memahami nilai historis Balai Pemuda.

"Besok kami turun ke jalan untuk mengingatkan bahwa Balai Pemuda Surabaya bukan milik Pemkot secara mutlak, tapi milik rakyat. DKS telah menjadi rahim peradaban kota ini sejak 1971. Mengusir seniman dari sana sama dengan merusak identitas Surabaya," tegas Taufik dalam keterangan resminya, Minggu (10/5).

Salah satu poin krusial yang akan dibawa dalam aksi besok adalah tuntutan pencopotan Heri Purwadi dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Kadisbudporapar Surabaya.

Massa menilai, seorang Plt tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan strategis yang berdampak luas, seperti pengosongan institusi kebudayaan yang sudah menetap puluhan tahun.

Selain itu, koalisi juga menyoroti pergeseran fungsi Balai Pemuda yang kini lebih menonjolkan aspek Pendapatan Asli Daerah (PAD) ketimbang ruang publik bagi warga dan pemuda.

"Seni bukan sekadar hiburan atau objek pajak. Kami menolak kriminalisasi administratif terhadap aktivitas kesenian yang memiliki legitimasi historis," tambahnya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Dalam rencana aksi yang akan digelar sejak pagi hari tersebut, terdapat empat tuntutan utama yang akan dilayangkan kepada Walikota Surabaya:

1. Mencopot Plt Kadisbudporapar karena dianggap bertindak melebihi kewenangan undang-undang.

2. Mengembalikan Ruang Sekretariat dan Galeri DKS kepada para seniman serta memberikan legitimasi administratif penggunaannya.

3. Mengembalikan Spirit Kepemudaan di kawasan Balai Pemuda.

Baca Juga: Pelindo dan Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban

4. Menghentikan Komersialisasi Balai Pemuda sebagai objek PAD dan mengembalikannya sebagai warisan ruang publik warga.

Gerakan ini diperkirakan akan diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari pegiat budaya, LBH Surabaya, DPC GMNI Surabaya Raya, Arek Surabaya Bergerak, hingga serikat buruh.

Massa mengajak seluruh warga yang peduli pada martabat kota untuk ikut mengawal jalannya aksi di depan Balai Kota Surabaya besok pagi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.