Senin, 15 Jun 2026 15:01 WIB

Gus An’im: Guru Tak Cukup Ajarkan Ilmu, Penting Juga Adab dan Keikhlasan

  • Penulis :
  • | Jumat, 17 Okt 2025 16:35 WIB
KH. An’im Falachuddin Markus saat mengisi seminar pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua dan siswa dalam pendidikan. (Foto: Istimewa)
KH. An’im Falachuddin Markus saat mengisi seminar pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua dan siswa dalam pendidikan. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com – Pendidikan bukan hanya urusan ruang kelas dan kurikulum. Lebih dari itu, ia adalah tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, dan siswa. Pesan itu ditekankan dalam Seminar Pentingnya Kolaborasi Antara Guru, Orang Tua, dan Siswa dalam Pendidikan yang digelar di Andaliman Resto, Tugurejo, Kabupaten Kediri, Jumat (17/10/2025).

Acara yang diinisiasi kalangan pendidik Kediri ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKB, KH. An’im Falachuddin Markus, M.Pd, dan Khoirul Anam, Wakil Rektor I UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dalam pemaparannya, Khoirul Anam menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa dibebankan hanya pada lembaga sekolah.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama guru, orang tua, dan siswa. Dalam Al-Qur’an dijelaskan, pendidikan pertama dan utama dimulai dari rumah. Guru hanyalah perpanjangan tangan orang tua dalam membentuk karakter anak,” ujarnya.

Ia menggambarkan kolaborasi itu sebagai segitiga emas pendidikan. Guru membimbing dengan ilmu dan kasih sayang, orang tua memberi teladan dan nilai, sementara siswa belajar dengan semangat dan adab.

"Bila satu sisi melemah, pendidikan akan kehilangan arah,” tegasnya.

Menurut Anam, tantangan pendidikan kini kian kompleks di tengah derasnya arus digitalisasi. “Generasi sekarang hidup di era serba cepat. Tanpa kolaborasi, pendidikan akan kehilangan arah. Guru dan orang tua harus memperluas peran, siswa pun wajib belajar dengan tanggung jawab dan adab,” tambahnya.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

Anam menutup pemaparannya dengan penegasan bahwa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berkomitmen menjaga sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. “Pendidikan yang terbaik adalah yang hidup karena cinta, doa, dan kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, KH. An’im Falachuddin Markus mengingatkan pentingnya peran moral dan spiritual dalam pendidikan. “Seorang guru tidak boleh hanya mentransfer ilmu. Kalau hanya itu, nanti akan tergantikan oleh Google. Tapi kalau guru mengajarkan ilmu sekaligus adab, akhlak, ketakwaan, dan keikhlasan, maka dia akan selalu dibutuhkan,” tegasnya.

Gus An’im menyebut keikhlasan sebagai ruh dari profesi guru. “Keikhlasan tidak bisa diajarkan oleh Google, tapi hanya bisa dilatih oleh hati yang dekat dengan Allah,” ucapnya.

Ia juga menuturkan bahwa guru yang ikhlas akan mendapatkan “pensiunan abadi”. “Ketika guru wafat, amalnya tetap mengalir dari ilmu yang diajarkan dan diamalkan murid-muridnya. Itulah pensiunan sejati,” jelasnya.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

KH. An’im menutup dengan pesan penuh makna. “Kalau muridnya jadi orang, kalau tulisannya dibaca banyak orang, itu tanda guru itu diterima Allah. Maka mari terus berikhlas, berilmu, dan beradab,” pungkasnya.

Seminar diakhiri dengan seruan bersama agar kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa tidak berhenti di forum, tetapi menjadi gerakan nyata di sekolah dan rumah. “Keberhasilan seorang anak bukan hanya hasil kerja guru, tetapi buah cinta dan doa dari keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tutup Khoirul Anam.

Kegiatan ini dihadiri para guru, kepala sekolah, dan perwakilan orang tua dari berbagai lembaga pendidikan di Kediri, dan ditutup dengan doa bersama untuk dunia pendidikan yang semakin kuat, berkarakter, dan beradab.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.