Selasa, 16 Jun 2026 22:03 WIB

Pimpin Pembaretan Taruna Se Jatim, Berikut Pesan Gubernur Khofifah

Gubernur Khofifah saat memandikan taruna muda dengan air bunga diikuti pembaretan secara simbolik (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Gubernur Khofifah saat memandikan taruna muda dengan air bunga diikuti pembaretan secara simbolik (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa SMA Negeri Taruna se-Jatim menjadi salah satu pilar penting dalam menyiapkan Generasi Emas menuju Indonesia Emas 2045. 

Ia meyakini, SMAN Taruna tidak hanya menanamkan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral sebagai fondasi utama bagi lahirnya calon-calon pemimpin bangsa di masa depan.

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Hal tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Pembaretan secara kolektif 1.346 Siswa SMAN Taruna se-Jawa Timur Tahun 2025 yang digelar di Dermaga Madura, Koarmada II TNI Angkatan Laut Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa baret yang dikenakan para taruna bukan sekadar atribut seremonial, melainkan simbol tanggung jawab, kehormatan, dan komitmen moral.

“Baret yang kalian kenakan hari ini bukan sekadar tanda diterimanya kalian sebagai taruna-taruni. Tapi menjadi wujud komitmen moral untuk menjaga kehormatan, solidaritas, dan tanggung jawab,” ujar Khofifah, Kamis (16/10/2025).

“Ini adalah janji kepada diri sendiri bahwa kalian siap menjadi bagian dari generasi yang tangguh dan berintegritas serta calon pemimpin masa depan,” imbuh Gubernur Khofifah.

Sebelum menerima baret, seluruh taruna-taruni terlebih dahulu menjalani masa basis selama tiga bulan. Masa ini menjadi tahap penting dalam pembentukan karakter yang mencakup pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, Peraturan Penghormatan Militer (PPM), Cara Memberikan Instruksi (CMI), hingga Sosialisasi Peraturan Kehidupan Taruna.

Khofifah saat berkeliling melihat para tarunaKhofifah saat berkeliling melihat para taruna

Selama masa basis tersebut, para taruna hidup dalam sistem boarding school dengan kedisiplinan tinggi. Mereka tidak diperkenankan berinteraksi dengan keluarga atau menggunakan alat komunikasi agar sepenuhnya fokus membentuk karakter, solidaritas, serta rasa tanggung jawab. Menurut Khofifah, dari proses inilah lahir generasi yang kuat dan berkarakter.

“Dari proses inilah lahir generasi yang tangguh, berkarakter, dan berintegritas. Pendidikan ketarunaan bukan sekadar latihan fisik, tapi juga wadah pembentukan moral, religiusitas, dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Lebih lanjut, Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menegaskan bahwa pembiasaan positif yang tertanam dalam kehidupan taruna merupakan fondasi penting bagi lahirnya calon-calon pemimpin bangsa di masa depan.

“Di lembaga Taruna, rutinitas sejak bangun hingga tidur adalah latihan pembentukan karakter agar kebaikan menjadi kebiasaan. Dari sinilah akan tumbuh calon pemimpin bangsa yang kuat secara mental, fisik, dan moral,” tuturnya.

Memasuki era global yang penuh tantangan, Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi disrupsi teknologi dan kemajuan kecerdasan buatan (AI).

Gubernur Khofifah larut dalam upaya pembaretan tarunaGubernur Khofifah larut dalam upaya pembaretan taruna

“Kalian harus siap menghadapi perubahan zaman. Bangunlah nalar kritis, kembangkan kreativitas, jadilah inovatif dan kolaboratif, namun tetap beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Itulah bekal utama menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Selain menekankan aspek intelektual dan karakter, Khofifah juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan dan kejujuran dalam setiap langkah pengabdian.

“Kalian adalah Generasi Emas yang akan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Maka jagalah persaudaraan dan jadilah penjalin sinergi bagi bangsa dan daerahmu,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh taruna untuk menjadikan pembaretan ini sebagai awal perjalanan pengabdian dan prestasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Mari kita wujudkan SDM unggul menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, dan bersama-sama menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui semangat Jatim BISA (Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif),” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.