Minggu, 14 Jun 2026 20:20 WIB

Rochmat, Polisi yang Mengasuh Anak Yatim Dapat Penghargaan dari PBB

Proses penyerahan penghargaan dari PBB ke Ipda Rochmat, Senin (15/10/2018).
Proses penyerahan penghargaan dari PBB ke Ipda Rochmat, Senin (15/10/2018).

jatimnow.com – Ipda Rochmat Tri Marwoto, seorang polisi yang mengasuh anak yatim di rumahnya, mendapatkan penghargaan dari United Nations Children’s Fund (UNICEF) sebagai salah satu organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Setelah menerima penghargaan itu, Ipda Rochmat mengaku sangat senang menerima penghargaan itu. Perwira Pertama (Pama) Polda Jatim itu mengaku tak pernah bermimpi bisa menerima penghargaan tingkat internasional itu.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

“Saya senang dan sangat senang. Apalagi sampai mendapatkan penghargaan dari lembaga tingkat dunia,” kata Ipda Rochmat setelah menerima penghargaan dari PBB di rumahnya, Jalan Raya Jati, Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin (15/10/2018).

Menurut Ipda Rochmat, sudah merawat anak-anak itu mulai 2007. Alasannya, karena merasa bertanggungjawab sebagai anggota polisi.

Hingga saat ini, total ada 79 anak yang telah rawat. Mereka berasal dari berbagai daerah, diantaranya dari Madiun, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, hingga Bogor.

“Saat ini yang ada di rumah tinggal 20 orang. Yang tertua berusia 23 tahun. Sedangkan yang paling muda masih 1,5 bulan,” kata dia.

Sementara itu, anak asuhnya yang lain telah hidup mandiri. Bahkan, bekerja dengan layak seperti menjadi polisi, guru, hingga pegawai bank.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Aksi sosial Rohmat juga tak lepas dari dukungan sang istri, Helmiyah. Sejak awal, istrinya itu langsung menyetujui untuk mengangkat anak asuh.

“Dia bilang, apapun asal demi kebaikan, dia sangat mendukung,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan PBB di Indonesia Lodewyk Pasulatan yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa bangganya terhadap Rochmat.

“Sebagai polisi, Ipda Rochmat memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar. Tapi masih bisa meluangkan waktu untuk misi kemanusiaan,’’ paparnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Menurut Lodewyk, aksi Rochmat ini patut menjadi teladan bagi masyarakat yang lainnya. Dengan bantuannya, anak-anak yang kurang beruntung ini bisa mendapat pendidikan yang layak.

“Harapannya, ke depan bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas,” pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.