Kamis, 18 Jun 2026 13:11 WIB

Gus Yusuf Akui Sahara Alumni Tebuireng, Imbau Jaga Adab ke Kiai

Ketua Barisan Gus dan Santri (Baguss), Yusuf Hidayat. (Foto/Dok Pribadi)
Ketua Barisan Gus dan Santri (Baguss), Yusuf Hidayat. (Foto/Dok Pribadi)

jatimnow.com - Polemik antara KH. Mohammad Imam Muslimin (Yai Mim) dengan Nurul Sahara, pemilik rental mobil, terus bergulir. Konflik yang bermula dari masalah antar tetangga di sebuah komplek perumahan di Kota Malang ini telah menjadi sorotan di media sosial dan media massa.

Baru-baru ini, Sahara mengaku sebagai alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Pengakuan ini kemudian menimbulkan keraguan di kalangan publik.

Ketua Barisan Gus dan Santri (Baguss), Yusuf Hidayat, memberikan titik terang terkait hal ini.

"Iya benar, Sahara adalah alumni SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2009, yang berada di Pondok Putri Al Masyuriah di bawah asuhan KH. Fahmi Amrullah Hadziq," ujar Gus Yusuf, yang juga merupakan alumni Ponpes Tebuireng, Jombang, pada Senin (13/10/2025).

Gus Yusuf juga memberikan nasihat kepada Sahara untuk selalu menjaga adab sebagai seorang alumni Tebuireng, terutama kepada yang lebih tua, apalagi seorang kiai seperti Yai Mim.

Sebagai penggerak Ikatan Alumni Tebuireng (Ikapete), Gus Yusuf mengingatkan bahwa seluruh alumni santri Tebuireng memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik Pesantren Tebuireng.

"Tebuireng ini bukan hanya sekadar pesantren besar dan bersejarah, tetapi juga merupakan peninggalan dan wasiat dari Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, pendiri Tebuireng sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk menjaga marwah Tebuireng," tegasnya.

Gus Yusuf menambahkan bahwa Pesantren Tebuireng akan merasa bangga jika santrinya dikenal karena karya dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Namun, akan sangat disayangkan jika ada santri yang terkenal karena konflik sosial dengan tokoh agama.

Oleh karena itu, Gus Yusuf berharap agar Sahara dapat bersikap lebih bijak agar polemik ini dapat diselesaikan secara damai.

Baca Juga: Akhir Perjalanan Kasus Yai Mim di Malang: Tersangka Wafat, Polisi Terbitkan SP3

"Damai itu indah. Saya kira Sahara bisa lebih bijak dan menahan diri dalam permasalahan dengan Yai Mim. Namun, jika bersikeras untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum, saya tidak memiliki kewenangan untuk mencegahnya. Semoga masalah ini segera menemukan solusi," pungkas Gus Yusuf.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Yai Mim, Tahanan Kasus Pornografi di Polresta Malang Kota

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.