Senin, 22 Jun 2026 06:19 WIB

One Global Capital Buka Akses Investasi Properti Global untuk Investor Indonesia

One Global Capital menawarkan peluang yang tidak berkorelasi dengan sektor tradisional. (Foto/One Global Capital)
One Global Capital menawarkan peluang yang tidak berkorelasi dengan sektor tradisional. (Foto/One Global Capital)

jatimnow.com - One Global Capital, platform manajemen dana di bawah naungan Sunito Group Family Office yang didirikan oleh pengusaha Iwan Sunito, secara resmi membuka akses eksklusif bagi investor Indonesia untuk menanamkan modal di sektor Investasi Properti Asia-Pasifik, khususnya Properti Australia.

Langkah ini diambil menyusul geliat modal Indonesia di sektor properti global, di mana penanaman modal residensial di Australia saja telah menembus AUD100 juta pada kuartal I 2025. Perkiraan pertumbuhan volume Investasi Properti Asia-Pasifik sebesar 5%–10% per tahun hingga 2025 menjadi momentum utama peluncuran tersebut.

Baca Juga: Transaksi Saham di Wilayah OJK Kediri Capai Rp3,63 T, Naik 113,28 Persen

Founder dan CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan bahwa platformnya menawarkan aset bernilai tinggi dengan visi pertumbuhan jangka panjang.

“Misi kami adalah mengidentifikasi peluang yang undervalued, menempatkan modal secara presisi, dan menciptakan kekayaan transformatif bagi para investor. Eastlakes hanyalah sebuah permulaan,” jelas Iwan Sunito, yang dikenal sebagai peraih penghargaan EY Entrepreneur of the Year, melalui siaran tertulis, Senin (6/10).

One Global Capital membuktikan rekam jejaknya dengan portofolio terdiversifikasi senilai lebih dari Rp2,85 triliun dalam tiga tahun terakhir. Studi kasus paling menonjol adalah transformasi One Global Gallery Eastlakes.

Pusat gaya hidup modern ini berhasil direvolusi total, dengan nilai properti melonjak drastis. Laporan valuasi Savills per September 2025 mencatat nilai aset AUD35 juta, mencerminkan peningkatan nilai AUD15 juta atau pertumbuhan ekuitas mencapai 150% per tahun.

“Capaian ini jauh melampaui ekspektasi kami saat pertama kali mengakuisisi aset tersebut pada 2024. Pihak kami bahkan akan mengembalikan ekuitas investor hanya dalam waktu satu tahun, lima tahun lebih cepat dari rencana awal,” tambah Iwan.

Baca Juga: Iwan Sunito Bawa Wawasan Bisnis Global Lewat Roadshow Indonesia

Keberhasilan tersebut, menurutnya, tak lepas dari filosofi community-first yang diterapkan perusahaan. Hal ini diamini oleh Mohamad Srour, pendiri Barber Brothers yang menjadi penyewa di sana.

“Iwan Sunito adalah seorang landlord yang unik. Sikapnya yang ramah dan berorientasi pada keluarga membuat kami merasa dihargai setiap hari. Kepedulian tulusnya mendorong kami menjalin kemitraan jangka panjang,” tutur Srour.

Guna mempercepat ekspansi, One Global Capital memperkuat jajaran kepemimpinan dengan merekrut tiga figur industri berpengalaman, termasuk Samuel Sunito yang memimpin peluncuran dana baru dan membangun Divisi Hubungan Investor kelas dunia, serta strategis pasar modal Tony Mousa.

Baca Juga: MSIE Tegaskan Bisnis Pendidikan Tetap Solid di Tengah Volatilitas Saham

Samuel Sunito menjelaskan, platform ini menawarkan pengalaman investasi berbeda. “Kami menghadirkan pengalaman unik bagi para investor melalui acara dan pelatihan, terutama bagi mereka yang memiliki perhatian khusus pada kepemimpinan generasi penerus dalam keluarga mereka. Inilah makna lebih luas dari nama perusahaan One Global Capital,” ujarnya.

Dengan kombinasi aset utama seperti One Global Resorts dan One Global Macquarie Park, One Global Capital menawarkan peluang yang tidak berkorelasi dengan sektor tradisional.

“Peluang kini terbuka lebar bagi para investor visioner Indonesia. Dengan bergabung, mereka berkesempatan mendominasi pasar berlandaskan stabilitas pasar residensial Properti Australia senilai AUD11,7 triliun,” pungkas Iwan Sunito.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.