Senin, 22 Jun 2026 02:55 WIB

Maestro Tari Turonggo Yakso Tutup Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2025

Penutupan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 tahun 2025. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)
Penutupan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 tahun 2025. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com - Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 tahun 2025 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, pada Sabtu (4/10/2025) di Alun-Alun Trenggalek.

Selama tujuh hari penuh, FJTT 2025 berlangsung meriah dengan waktu pelaksanaan yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada pembukaan festival menampilkan pertunjukan dari mancanegara, maka pada penutupan kali ini para penonton disuguhkan penampilan istimewa dari maestro Tari Turonggo Yakso, tarian khas asal Dongko, tempat kesenian ini lahir.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Para maestro menampilkan Tari Turonggo Yakso Pakem, yaitu versi asli tanpa gubahan atau kreasi tambahan, lengkap dengan gerak dan iringan tradisionalnya. Penampilan berdurasi sekitar 25 menit itu memukau penonton, terlebih karena para penari merupakan seniman senior berusia di atas 40 tahun, bahkan ada yang telah berusia 51 tahun. Antusiasme dan semangat mereka menjadi sorotan tersendiri dalam penutupan festival.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Atas dedikasi dan kiprah mereka, Mas Syah sapaan akrab Wakil Bupati menyerahkan penghargaan khusus kepada para maestro Turonggo Yakso.

Dalam sambutannya, Wabup Syah menyampaikan rasa bangga atas keberlangsungan Festival Jaranan Trenggalek Terbuka yang telah mampu menjaga eksistensinya hingga penyelenggaraan ke-29 kalinya. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi ini, serta berharap dukungan masyarakat agar FJTT dapat masuk ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026.

Baca Juga: ASN Pemkab Trenggalek Kompak Kenakan Baju Muslim di Hari Santri

“Alhamdulillah, festival tahun ini berjalan lancar. Semoga ke depan bisa lebih baik dan lebih meriah lagi, karena bagaimanapun juga ini adalah budaya asli Trenggalek yang harus kita lestarikan,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.