Jumat, 19 Jun 2026 07:46 WIB

Pameran Jaranan Trenggalek, Tampilkan Barongan Tertua Hingga Bentuk Ekskavator

  • Penulis :
  • | Jumat, 03 Okt 2025 11:51 WIB
Foto: Barongan bentuk ekskavator yang dipamerkan dalam paemran jaranan di Trenggalek (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Barongan bentuk ekskavator yang dipamerkan dalam paemran jaranan di Trenggalek (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Anak muda dan seniman di Trenggalek berkolaborasi menggelar Pameran Jaranan di Pendapa Manggala Praja Nugraha. Pameran perdana ini menampilkan atribut jaranan, barongan tertua hingga barongan kotemporer.

Koordinator Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2025, Saga Tanjung Ilham mengatakan, pameran ini berlangsung mulai 28 September hingga 4 Oktober 2025 mendatang.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Dari hasil riset kami, ternyata FJTT itu sudah ada sejak tahun 1995, kami juga menampilkan bukti berupa piala dalam pameran ini," ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Saga menjelaskan, ada beberapa properti kesenian jaranan yang dipamerkan. Mulai dari alur pembuatan barongan, kostum, jaranan turangga yaksa, barongan tertua hingga barongan kotemporer.

"Sebelum dipamerkan, kamu melakukan riset dan pengumpulan data untuk dikurasi. Karena kami ingin menampilkan sejarah jaranan Trenggalek melalui pameran," jelasnya.

Properti dalam Pameran Jaranan ini diambil dari berbagai seniman dari berbagai wilayah Trenggalek. Hal ini bertujuan untuk menunjukan eksistensi para seniman jaranan Trenggalek.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Salah satu barongan tertua adalah, artefak Mbah Dul Raji dibuat pada tahun 1950 an, asal Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Trenggalek," ungkapnya.

Selain itu, Saga juga memamerkan barongan kontemporer yang terinspirasi dari ancaman tambang, berbetuk barongan ekskavator. Menurutnya, karya barongan ekskavator merupakan bentuk respon atas ancaman tambang yang berpotensi merusak alam Trenggalek.

"Kami mencoba merespon isu saat ini melalui barongan. Karena jaranan merupakan media yang paling dekat dengan masyarakat," paparnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Saga memilih karakter barongan karena peran antagonis dalam kesenian jaranan. Hal ini sebagai analogi, karakter atau tokoh yang harus ditaklukan.

"Sekarang yang ditakutkan bukan lagi siluman, tapi eskavator tambang yang bakal merusak lingkungan. Harapannya, dalam momen ini kami bisa menyampaikan kepada masyarakat melalui seni jaranan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.