Kamis, 18 Jun 2026 12:19 WIB

Mengenal Tradisi Roan di Ponpes Lirboyo Kediri: Kikis Ego, Khidmah kepada Guru

  • Penulis :
  • | Kamis, 02 Okt 2025 14:45 WIB
Tradisi roan ngecor di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. (Foto: Lirboyo.net/jatimnow.com)
Tradisi roan ngecor di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. (Foto: Lirboyo.net/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tradisi roan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri. Tradisi kerja bakti yang mengiringi berdirinya salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia itu tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan pondok, tetapi juga menjadi sarana pendidikan nilai-nilai sosial dan spiritual yang esensial bagi para santri.

Pesantren memiliki posisi tersendiri dalam dunia pendidikan. Ia merupakan fondasi pendidikan karakter bangsa. Dengan pendidikan akhlak, pesantren mampu mencetak pribadi yang berbudi luhur, intelektual, santun, serta mampu berinteraksi dengan berbagai kalangan. Tidak sedikit tokoh penting Indonesia lahir dari lingkungan pesantren.

Baca Juga: Forum Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur Berkumpul di Lirboyo, Ini Hasilnya

Hal ini menunjukkan bahwa peran aktif santri sangat dibutuhkan. Santri bukan hanya peserta didik, melainkan juga tangan panjang para kiai, khususnya dalam menyebarkan syiar Islam.

Melansir laman resmi Pondok Pesantren Lirboyo, tradisi ini dilakukan setiap hari oleh tim kebersihan pondok/madrasah dan Mahasantri semester 3–6. Sedangkan untuk siswa Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien tingkat I’dadiyah, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah, kegiatan roan wajib dilaksanakan setiap Jumat pagi.

Dengan melakukan roan bersama, santri belajar bersosialisasi, bekerja sama, dan menjaga lingkungan pesantren agar tetap bersih dan asri.

Di kalangan santri Lirboyo, tradisi roan sudah begitu melekat. Sejak lama tiap angkatan yang menjelang kelulusan membentuk tim roan dan menamainya dengan sebutan-sebutan unik nan menggelitik. Belakangan, bukan hanya siswa tingkat akhir yang bersemangat, bahkan santri sejak kelas I Aliyah sudah membentuk tim roan lengkap dengan namanya.

Yang paling menarik adalah saat diadakan roan untuk mengecor gedung pondok atau madrasah. Ribuan santri berbondong-bondong hadir dengan penuh semangat, bahkan berekspresi lewat dandanan yang nyentrik dan tak biasa. Ada yang berdandan ala politikus dengan jas dan dasi bekas, lengkap dengan kacamata hitam, dan berbagai gaya unik lainnya.

Alih-alih malu, penampilan aneh-aneh tersebut justru membuat tim ro’an semakin kompak dan bersemangat. Meski begitu, pakaian yang dikenakan tetap harus sesuai syariat (syar’an wa ‘adatan). Bahkan santri yang biasanya serius dan alim bisa berubah menjadi humoris ketika mengikuti roan.

Bagi santri Lirboyo, roan identik dengan momen kelulusan. Ada yang mengatakan belum afdol menjadi tamatan jika belum mengikuti roan, meskipun adik-adik kelas juga kerap ikut serta.

Nilai Pendidikan dalam Roan

1. Melatih Kerja Sama dan Mengikis Ego

Baca Juga: OJK Perkuat Ekosistem Pesantren Melalui Literasi dan Perluasan Akses Keuangan Syariah

Dalam roan, santri belajar menekan ego pribadi dan lebih mengedepankan kerja sama. Hal ini menumbuhkan kemampuan teamwork sekaligus menghindarkan mereka dari sifat individualis.

Ro’an juga mengajarkan pentingnya menerima perbedaan. Latar belakang suku, bahasa, maupun profesi orang tua tidak lagi menjadi sekat. Semua melebur dalam harmoni gotong royong. Inilah pendidikan pluralisme yang membentuk generasi toleran, jauh dari sikap menghakimi dan intoleran.

Seperti ditegaskan dalam Al-Qur’an (Surat Yunus ayat 99), keberagaman adalah keniscayaan. Tradisi ro’an di pesantren menjadi wujud nyata nilai tersebut.

2. Berkhidmah kepada Guru dan Kiai

Roan juga merupakan bentuk khidmah (pengabdian) kepada para guru dan kiai. Sebagaimana dawuh Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani:

‎“ثبات العلم بالمذاكرة، وبركته بالخدمة، ونفعه برضا الشيخ.”
Melekatnya ilmu diperoleh dengan banyak belajar, keberkahannya dengan berkhidmah, dan manfaatnya dengan ridha guru.

Baca Juga: Ponpes Lirboyo Kediri Siap Jika Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke 35

Bentuk khidmah ini bisa dilakukan dengan tenaga (bin nafs), seperti membersihkan pondok atau membantu pembangunan.

Beberapa dawuh masyayikh Lirboyo menegaskan pentingnya khidmah, di antaranya:

• KH. A. Idris Marzuqi:
“Aku lebih senang santri yang tidak pintar tapi mau khidmah, daripada santri pintar tapi enggan khidmah.”
• KH. Abdul Aziz Manshur:
“Berkhidmahlah di mana pun Allah menempatkanmu.”
• KH. M. Anwar Manshur:
“Kalau sudah selesai makan, piringnya dicuci.” (Maknanya: selesaikan tugas dengan khidmah).

KH. Reza Ahmad Zahid Imam, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, dalam laman resmi itu juga menegaskan bahwa para guru di pesantren dengan ikhlas mengorbankan waktu dan tenaga demi mentransfer ilmu. Karena itu, santri selayaknya membalas dengan berkhidmah.

Roan adalah warisan pendidikan pesantren yang patut dijaga: membentuk generasi berakhlak, mandiri, dan siap berperan dalam kehidupan bermasyarakat.melalui industri batik,” pungkas Zainul.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.