Senin, 22 Jun 2026 02:46 WIB

Sekolah Rakyat Trenggalek Resmi Beroperasi, 69 Anak Menjadi Siswa Perdana

  • Penulis :
  • | Rabu, 01 Okt 2025 09:42 WIB
Foto: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama siswa Sekolah Rakyat (Prokopim/jatimnow.com)
Foto: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama siswa Sekolah Rakyat (Prokopim/jatimnow.com)

jatimnow.com- Pemkab Trenggalek meresmikan Sekolah Rakyat sementara di bekas kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker). Ini merupakan Sekolah Rakyat ke 50 di Indonesia. Mereka menggunakan lokasi ini untuk sementara. Nantinya jika bangunan Sekolah Rakyat sudah selesai mereka akan pindah. Untuk tahap awal ini, hanya tersedia siswa untuk jenjang SD dan SMP saja. Sedangkan untuk jenjang SMA masih belum ada siswa.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan total terdapat 69 siswa Sekolah Rakyat yang berasal dari berbagai wilayah. Jumlah ini terdiri dari 2 Rombel SD dan 1 Rombel SMP. Setiap Rombel tersebut berisi sekitar 25 siswa. Sekolah Rakyat Trenggalek menjadi ke- 50 di Indonesia. Adapun sistem yang digunakan adalah pendidikan di asrama.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Saat ini ada 69 siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMP. Sedangkan untuk rombongan belajar tingkat SMA masih belum ada, disini nanti sistemnya asrama. Ada juga fasilitas ruang makan dan ruang pembelajaran. Sembari menunggu pembangunan sekolah permanen," ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Bupati yang biasa disapa Mas Ipin ini menjelaskan, untuk tenaga pendidik diambil dari Dinas Pendidikan. Sedangkan untuk tenaga kesehatan diambil dari Dinas Kesehatan. Tak hanya itu pihaknya juga menyediakan tenaga Psikolog dan Wali Asuh Asrama yang berasal dari pekerja sosial. Rencananya Sekolah Rakyat ini juga akan membuka Rombel untuk penyandang Disabilitas. Harapannya Sekolah Rakyat bisa menjadi sekolah inklusi.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Kami juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat," paparnya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Trenggalek, Christina Ambarwati menambahkan terdapat 16 tenaga pendidik di Sekolah Rakyat ini. Mereka terdiri dari kepala sekolah, guru agama, guru SD dan guru SMP. Para siswa akan langsung melakukan kegiatan MPLS.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Kediri Sepi Peminat, Sistem Asrama Jadi Kendala

"Hari ini masih didampingi oleh orang tua berikut teman-teman puskesmas yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada siswa. Kemudian langsung masuk asrama, Insya Allah mulai besok mereka akan mulai MPLS dan kita belum masuk akademik. Pokoknya prinsipnya anak-anak belajar besenang-senang dulu untuk meminimalisir Homesick dan seterusnya," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.