Senin, 08 Jun 2026 04:46 WIB

Serikat Pekerja Temui Gubernur DKI Bahas Nasib Buruh

William Yani Wea, Ketua KSPSI AGN dan Winarso Ketua Pengda KSPI DKI Jakarta, bersama sejumlah pengurus saat bertemu Gubernur Pramono Anung untuk menyampaikan 6 isu utama buruh. (Foto/KSPI)
William Yani Wea, Ketua KSPSI AGN dan Winarso Ketua Pengda KSPI DKI Jakarta, bersama sejumlah pengurus saat bertemu Gubernur Pramono Anung untuk menyampaikan 6 isu utama buruh. (Foto/KSPI)

jatimnow.com - Perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balaikota DKI Jakarta pada Rabu (24/9/2025). Pertemuan ini membahas isu-isu krusial terkait ketenagakerjaan di ibu kota, termasuk kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, penghapusan outsourcing bermasalah, dan perlindungan buruh digital.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris DPD KSPSI DKI Jakarta, Deri Nurhadi, Sekretaris KSPI DKI, M. Andre Nasrullah, serta perwakilan media KSPI, Agung Purwanto.

Baca Juga: William Yani Wea dan Tonny Pangaribuan Wakili Indonesia di ILC 114

Ketua DPD KSPSI AGN DKI Jakarta, William Yani Wea, yang akrab disapa Willy, menyampaikan enam poin utama yang menjadi perhatian serikat pekerja.

Poin-poin tersebut meliputi kenaikan UMP 2026, penghapusan praktik outsourcing yang melanggar aturan, perlunya keterwakilan buruh di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, pembentukan pengawas ketenagakerjaan adhoc, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta regulasi khusus untuk melindungi pekerja di sektor platform digital.

"Kami melihat buruh di DKI Jakarta menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari masalah outsourcing yang tidak transparan, hingga pekerja platform digital yang belum memiliki perlindungan hukum yang jelas. Oleh karena itu, kami mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk segera mengambil tindakan nyata agar buruh tidak lagi berada dalam posisi yang rentan," tegas Willy dalam keterangannya usai pertemuan.

Willy, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP IMPPI), menekankan urgensi penguatan pengawasan dan regulasi ketenagakerjaan di era digital. Pembentukan Satgas PHK juga menjadi prioritas untuk menangani kasus-kasus pesangon yang belum dibayarkan.

"Ada kasus di mana perusahaan belum membayarkan pesangon kepada pekerjanya selama hampir tiga tahun. Bersama Bapak Gubernur, kami sepakat untuk membentuk satgas khusus yang menangani masalah PHK ini," lanjutnya.

Baca Juga: Hadapi Transformasi Dunia Kerja, Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Kompetensi

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) KSPI DKI Jakarta, Winarso, menyampaikan tiga aspirasi utama dari kalangan buruh. Pertama, kenaikan UMP 2026 harus dihitung berdasarkan akumulasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Serikat pekerja mengusulkan kenaikan ideal antara 8,5% hingga 10,5%, ditambah penyesuaian Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) sebesar 0,5% hingga 5% sesuai dengan sektor industri.

Kedua, Winarso mendesak Gubernur untuk menghapus praktik outsourcing yang tidak sesuai ketentuan. Ia menilai praktik ini masih merugikan buruh karena menghilangkan kepastian kerja.

Ketiga, ia menekankan pentingnya keterwakilan buruh dalam struktur Pemprov DKI Jakarta, tidak hanya melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Daerah, tetapi juga dengan menunjuk dua staf khusus perburuhan di Balai Kota.

Baca Juga: Satu Juta Nyawa PMI Terancam, SP IMPPI: Negara Jangan Lambat Evakuasi!

"Keterwakilan ini sangat penting agar suara buruh dapat didengar secara langsung dalam proses pengambilan kebijakan," kata Winarso.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, KSPSI dan KSPI berencana untuk mengadakan forum group discussion (FGD) bersama

Pemprov DKI Jakarta. FGD ini bertujuan untuk membahas lebih detail lima poin utama yang telah disampaikan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut baik usulan ini dan menyatakan kesediaannya untuk mendalami aspirasi dari serikat pekerja.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.