Selasa, 23 Jun 2026 04:37 WIB

Isnan Jualan Apa Sih di TikTok Sampai Omzet Jutaan?

Isnan Effendi menyiapkan kartu cantik untuk live TikTok, di Rumah Literasi Digital (RLD) Jl. Kaca Piring, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)
Isnan Effendi menyiapkan kartu cantik untuk live TikTok, di Rumah Literasi Digital (RLD) Jl. Kaca Piring, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

jatimnow.com - Di tengah gemerlap dunia digital, kisah tentang jatuh bangunnya seorang penjual di TikTok ini begitu memikat. Isnan Effendi, bukan nama yang asing bagi para pengguna platform video singkat itu, telah membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih meski bermodalkan kejujuran dan tekad yang membara.

Dua tahun lalu, Isnan bukanlah siapa-siapa. Ia hanyalah seorang pedagang kecil yang mencoba peruntungan di platform oranye, sebutan akrab untuk salah satu marketplace. Namun, omzetnya terus merosot, membuatnya terpaksa mencari alternatif lain.

Baca Juga: Rumah Literasi Digital Respons Maaf PT Siber Shop Soal Hapus Berita

"Saat itu, saya benar-benar terpaksa membuat akun TikTok," ujarnya, mengenang masa-masa sulit itu.

"Bukan karena ikut tren, tapi karena saya tidak punya pilihan lain," kata dia saat ditemui di Rumah Literasi Digital (RLD), Jl. Kaca Piring 6 Surabaya, Rabu (24/9/2025).

Dengan stok produk yang minim, Isnan memberanikan diri membuka toko di TikTok. Ia tidak hanya menjual produknya sendiri, tetapi juga menggandeng teman-teman yang memiliki barang namun belum memiliki platform untuk berjualan.

Namun, tantangan datang silih berganti. Setiap kali produk teman laku, Isnan harus memutar otak untuk mencari modal. "Saya harus meminjam uang atau membuat kesepakatan pembayaran tempo," ungkapnya. "Saya selalu jujur bahwa saya menunggu pencairan dari TikTok," kata dia.

Selama dua tahun, Isnan berjuang keras melalui siaran langsung di TikTok. Hasil penjualan naik turun, tanpa kepastian. Kendala teknis seperti HP yang cepat panas dan baterai yang boros semakin menambah bebannya. Belum lagi, peringatan pelanggaran dari TikTok karena konsep live-nya dianggap tidak sesuai standar.

"Rasanya seperti memegang buah simalakama," tuturnya, menggambarkan kebimbangannya saat itu. "Putus asa atau mencoba lagi?"

Titik nadir terjadi pada pertengahan September 2024. Isnan membutuhkan Rp1.200.000 untuk kulakan 10 produk yang diyakini bisa memberikan keuntungan berlipat ganda. Namun, ia tidak memiliki uang sepeser pun.

Dengan nekat, Isnan memposting produk tersebut di TikTok. Tak disangka, ada seorang pembeli yang langsung tertarik dan bersedia membayar Rp750 ribu. Hati Isnan berdebar kencang. Namun, masalahnya tetap sama: ia tidak punya modal untuk menebus barang itu.

Isnan mencoba menghubungi teman-teman yang dulu pernah dibantunya, namun hasilnya nihil. "Satu per satu menolak," kenangnya dengan nada getir. "Tidak ada yang bisa menolong," ungkapnya.

Baca Juga: GMNI Dorong Mahasiswa Jadi Jurnalis Warga yang Berani dan Jujur

Di tengah keputusasaan, Isnan menghubungi pembeli dan teman yang barangnya ingin ia kulak. Ia menjelaskan kondisinya dengan jujur dan meminta maaf. Syukurlah, mereka berdua memahami situasinya.

Hari itu, Isnan merenung panjang. Ia menyadari bahwa ia tidak bisa terus bergantung pada orang lain. "Kenapa saya harus terus bergantung pada orang lain?" tanyanya pada diri sendiri. "Saya harus live dengan produk saya sendiri, meski seadanya."

Sore itu, Isnan mencoba lagi. Ia menyalakan live TikTok dengan barang seadanya, tanpa ekspektasi. Keajaiban pun terjadi. Dalam satu jam live, ia berhasil mendapatkan GMV Rp1 juta.

"Saya terkejut," ujarnya dengan mata berbinar. "Itu bukan hanya tentang uang, tapi tentang harapan. Kebahagiaan itu tidak bisa diukur dengan angka."

Isnan Effendi menyiapkan kartu cantik untuk live TikTok, di Rumah Literasi Digital (RLD) Jl. Kaca Piring, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)Isnan Effendi menyiapkan kartu cantik untuk live TikTok, di Rumah Literasi Digital (RLD) Jl. Kaca Piring, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

Baca Juga: Kisah Mantan Kapster Salon Jadi Barista Hanaka Social Space

Sejak saat itu, bisnis Isnan terus berkembang pesat. Pendapatannya terus melonjak dari bulan ke bulan. Pada bulan September 2025, ia bisa berkata dengan penuh syukur bahwa kondisi keuangannya jauh lebih baik.

Pelajaran Berharga Isnan

Dari perjalanan panjangnya, Isnan belajar satu hal, yakni kekuatan sejati tidak datang dari modal besar atau bantuan orang lain, melainkan dari keberanian untuk jujur, berproses, dan bangkit dari keterpurukan.

Kisah Isnan Effendi adalah bukti bahwa kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja, asalkan memiliki tekad yang kuat dan tidak pernah menyerah.

Kisah Isnan Effendi mengajarkan kita bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada peluang. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi kesulitan tersebut dan mengubahnya menjadi motivasi untuk terus maju. Karena, seperti kata Isnan, "kekuatan bukan datang dari modal besar, tapi dari keberanian untuk bangkit."

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.