Senin, 15 Jun 2026 11:07 WIB

Akhir Tahun Kurang 4 Bulan, PAD Jember Masih Mencapai Separuhnya

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 23 Sep 2025 12:35 WIB
Foto: Anggota Komisi C DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo (Sugianto/jatimnow.com))
Foto: Anggota Komisi C DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo (Sugianto/jatimnow.com))

jatimnow.com-Tahun 2025 kurang 4 bulan lagi berakhir. Namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember masih mencapai 50 persen. Hal ini mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Jember. Mereka melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat.

Anggota Komisi C DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo menilai capaian PAD ini masih jauh dari target. Dalam RDP tersebut diketahui target PAD tahun ini mencapai Rp1,1 Trilyun. Namun hingga 31 Agustus baru tercapai separuhnya.

Baca Juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

"Tadi Kepala Bapenda Pak Fauzi menyampaikan, dari target 1,1 Triliun ini baru sampai 31 Agustus 2025 senilai 690 Miliar. Menurut kami ini masih terlalu jauh dan masih 50 persen, ini kurang 4 bulan lagi," ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Komisi C DPRD Jember mendorong pemerintah daerah melalui Bapenda, bagaimana memaksimalkan di sektor pajak, terutama di Pajak Bumi Bangunan (PBB).

"(PBB) Ini sangat lemah, bagaimana memberikan dorongan atau sosialisasi di sektor PBB pemerintah daerah, bagaimana tingkat kecamatan dan desa mendorong," ungkapnya.

Pajak PBB menurut pria yang akrab disapa Ipung merosot sangat jauh. Pihaknya menilai kondisi ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemerintah daerah hingga ke jajaran bawah.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Termasuk pajak tentang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), disitu ada restribusi dan kontribusi. Kalau target 15 Miliar ini baru terealisasi sampai hari ini 2,9 Miliar," lanjutnya.

Edi juga menyarankan, agar terkait pajak MBLB perlu digenjot lagi. Bahkan ada perusahaan di gunung sadeng saat ditanyakan ke Bapenda juga masih belum.

"Ini jauh dari target menurut kami, maka pemerintah daerah harus lebih fokus pemkab dan proaktif lagi, kalau perlu beberapa perusahaan bersurat atau dipanggil. Karena sangat disayangkan, sampai hari ini cukup rendah terkait PAD," sambungnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Politisi PDI Perjuangan juga menyoroti pajak reklame yang terpasang di outlet-outlet dan dinilai setoran masih tetap Rp200 ribu perbulan.

"Padahal disitu, kalau pasang reklame atau gambar ada stempel dan saya cek masih belum. Pemda perlu lebih serius dan ini sangat disayangkan," bebernya.

Edi meyakini, masih banyak catatan bagi pemerintah daerah dan perlunya evaluasi dalam meningkatkan PAD di sektor pajak.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.