Kamis, 18 Jun 2026 04:11 WIB

Hyang Argopuro Festival Jadi Perhatian, Kemendikbudristek Ajak Gali Potensi Desa

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 21 Sep 2025 18:00 WIB
Hyang Argopuro jadi perhatian Kemendikbudristek. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)
Hyang Argopuro jadi perhatian Kemendikbudristek. (Foto: Diskominfo Jember/jatimnow.com)

jatimnow.com – Hyang Argopuro Festival menjadi pusat perhatian. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mengajak setiap desa untuk terus menggali potensi yang ada.

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Kemendikbudristek RI, Syamsul Hadi, menyampaikan bahwa Jember memiliki adat istiadat dan situs budaya yang cukup berkembang, termasuk kegiatan Hyang Argopuro yang berbasis partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

“Lembaga adat, pemuda, dan gotong royong menjadi perhatian kami di Kementerian Kebudayaan, dalam hal mendorong kekayaan budaya, adat istiadat, situs, serta ragam tradisi yang ada,” ungkapnya, Sabtu (20/9/2025).

Ia menambahkan, Jember memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Tidak hanya seni tradisi dan adat istiadat, tetapi juga kekayaan benda cagar budaya.

“Banyak sekali benda cagar budaya di Jember yang perlu mendapat perhatian dari bupati,” sambungnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

Selain itu, Jember juga memiliki bangunan bersejarah yang masuk kategori cagar budaya, seperti Bioskop Kusuma, yang dinilai perlu diaktifkan kembali.

Kemendikbudristek mendorong akselerasi komunitas tradisi di desa wisata agar mampu mengakses fasilitasi, memanfaatkan ruang, serta menggali potensi yang selama ini “mati suri”.

Jember sendiri juga memiliki banyak perguruan tinggi yang aktif melakukan kerja sama serta riset di berbagai desa.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Kemendikbud bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turut membuka ruang akselerasi melalui Dana Desa (DD) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018. Melalui regulasi tersebut, desa bisa mengajukan program kebudayaan maupun keagamaan.

“Desa bisa menyisihkan 10 persen dari anggaran Dana Desa untuk menggerakkan dan bergotong royong dalam mendorong kemajuan kebudayaan desa,” jelas Syamsul Hadi.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.