Selasa, 09 Jun 2026 07:34 WIB

Literasi SAR Bekali Pelajar Malang Keterampilan Selamatkan Diri

Ratusan pelajar Malang dibekali pengetahuan penyelamatan melalui Literasi SAR & SAR Goes to School. (Foto/Basarnas Surabaya)
Ratusan pelajar Malang dibekali pengetahuan penyelamatan melalui Literasi SAR & SAR Goes to School. (Foto/Basarnas Surabaya)

jatimnow.com - Ratusan pelajar SMP dan SMA di Kota Malang mendapatkan pengalaman berharga melalui kegiatan Literasi SAR dan SAR Goes to School. Acara yang digelar di SMP Negeri 3 Kota Malang pada Selasa (16/9/2025) ini membekali para siswa dengan pengetahuan dasar tentang penyelamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Kantor SAR Kelas A Surabaya, serta Forum Komunikasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Malang Raya (FKP3-MR).

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Sebanyak 320 siswa dari SMP Negeri 3 dan SMA Negeri 8 Kota Malang antusias mengikuti rangkaian pembekalan materi SAR sejak pagi hingga siang hari.

Kasi Sumber Daya Kantor SAR Kelas A Surabaya, Wahyu Tri Agung P.H., menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menanamkan budaya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.

"Melalui program ini, BASARNAS berupaya menanamkan dan membentuk budaya, karakter dan sikap kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap kondisi darurat," ujarnya.

Materi yang diberikan meliputi penjelasan tentang Substansi BASARNAS dan Kedaruratan, Teknik Pemindahan Korban, Perawatan Pendarahan, hingga Penanganan Cedera Patah Tulang. Para pelajar aktif berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan dan mencoba langsung teknik-teknik menolong korban.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

"Melalui edukasi sejak dini, kami berharap para pelajar ini memiliki pengetahuan dasar tentang keselamatan. Hal ini penting agar mereka mampu menolong dirinya sendiri maupun orang lain ketika menghadapi situasi darurat," tambah Agung.

Guru pendamping dari SMP Negeri 3 Kota Malang mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan bahwa para pelajar mendapatkan pengalaman berharga yang dapat membentuk sikap tanggap darurat.

"Mereka belajar bahwa keselamatan adalah prioritas. Pengetahuan seperti cara membalut luka atau mengatasi patah tulang bisa sangat bermanfaat," ungkapnya.

Baca Juga: Pencarian Balita Tenggelam di Kalidawir Sidoarjo Terkendala Eceng Gondok

Direktur Bina Potensi BASARNAS, Agus Haryono, menyampaikan bahwa SAR Goes to School bukan hanya sebatas penyuluhan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat, khususnya generasi muda.

"Dengan bekal pengetahuan ini, diharapkan pelajar mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya," pungkasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.