Kamis, 23 Jul 2026 16:26 WIB

Pencarian Balita Tenggelam di Kalidawir Sidoarjo Terkendala Eceng Gondok

Tim SAR gabungan melakukan pencarian balita tenggelam di Sungai Kalidawir Sidoarjo. (Foto: Humas Basarnas Surabaya for jatomnow.com)
Tim SAR gabungan melakukan pencarian balita tenggelam di Sungai Kalidawir Sidoarjo. (Foto: Humas Basarnas Surabaya for jatomnow.com)

jatimnow.com – Memasuki hari keempat, operasi pencarian terhadap seorang balita berusia 1,5 tahun yang diduga tenggelam di aliran sungai Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, masih terus digencarkan. Hingga Sabtu (11/4/2026), upaya penyisiran oleh Tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.

Tragedi hilangnya balita malang tersebut pertama kali dilaporkan pada Rabu (8/4/2026). Saat itu, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai yang tak jauh dari kediamannya saat sedang turun hujan.

Baca Juga: 40 Hari KMN Entok Hilang di Laut Lamongan, Tim SAR Kerahkan Kapal Permadi

Komandan Tim Rescue Basarnas Surabaya, Candra Kristyawan, mengungkapkan bahwa dugaan tenggelamnya korban diperkuat barang bukti yang ditemukan pihak keluarga sesaat setelah korban dinyatakan hilang.

“Dari laporan yang kami terima, korban hilang saat hujan. Setelah dilakukan pencarian awal oleh pihak keluarga, hanya ditemukan satu buah sandal milik korban yang terapung di aliran sungai tersebut,” jelas Candra Kristyawan.

Guna memaksimalkan operasi, Tim SAR gabungan telah membagi kekuatan menjadi dua kelompok besar, yakni Search and Rescue Unit (SRU) darat dan SRU air.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

Pada pencarian hari ketiga, Jumat (10/4/2026), sebanyak enam armada SRU Air telah dikerahkan untuk bermanuver menyisir aliran sungai. Radius pencarian air pun telah diperluas hingga mencapai 6 kilometer dari titik awal hilangnya korban.

Namun, pergerakan tim evakuasi di jalur air tidaklah mudah. Candra menyebutkan, petugas harus berjibaku mengurai tumpukan sampah dan rimbunnya tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian besar permukaan sungai demi mencari tanda-tanda keberadaan korban.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

“Tumpukan sampah dan eceng gondok ini menjadi obstacle (kendala) utama kami saat pencarian di air. Ada kemungkinan tubuh korban tersangkut di bawah rimbunan eceng gondok tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk pencarian jalur darat, personel SRU Darat terus melakukan penyisiran visual dengan menyusuri tepian sungai. Pencarian darat ini difokuskan mulai dari titik awal penemuan sandal korban hingga mengarah ke Jembatan Penatar Sewu, dengan radius tempuh sekitar 2,7 kilometer.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.