Rabu, 17 Jun 2026 17:28 WIB

Secara Terhormat, Penyaluran Honor 22 Ribu Guru Ngaji di Jember Tanpa Antrean

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 10 Sep 2025 18:30 WIB
Penyaluran honor guru ngaji di salah satu balai desa. (Foto: Diskominfo/jatimnow.com)
Penyaluran honor guru ngaji di salah satu balai desa. (Foto: Diskominfo/jatimnow.com)

jatimnow.com – Penyaluran honor untuk 22 ribu guru ngaji di Kabupaten Jember kini dilakukan dengan cara yang lebih terhormat, tanpa harus mengantre di bank. Skema baru ini diharapkan mempermudah para guru ngaji dalam menerima hak mereka.

Kabag Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa realisasi penyaluran honor guru ngaji dimulai pada 10 September 2025 di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

“Kuota tahun 2025 ini merupakan yang terbanyak sepanjang program berjalan, yaitu 22 ribu penerima. Sebagai perbandingan, tahun 2024 hanya sekitar 19 ribu penerima,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Menurut Hafid, penyaluran kali ini dilakukan langsung di tingkat desa sesuai arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, agar para guru ngaji tidak perlu jauh-jauh datang ke bank atau menunggu antrean panjang.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jember Capai 6,35 Persen, Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang

“Dengan pola ini, guru ngaji tidak perlu kerepotan. Beberapa wilayah Jember memang jauh dari bank penyalur. Karena itu, honor diberikan di masing-masing balai desa untuk mempermudah pelayanan,” jelasnya.

Hingga saat ini, dari 31 kecamatan di Jember, sudah ada 23 kecamatan yang siap diproses dengan total penerima sebanyak 15.105 orang. Rinciannya meliputi 191 guru kitab suci (non-Muslim), 266 modin, serta 14.718 guru ngaji Islam. Penyaluran sisanya akan dituntaskan pada tahap kedua dalam pekan ini.

Baca Juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis

Selain honorarium, Pemkab Jember juga memberikan perlindungan tambahan bagi para guru ngaji melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini diambil karena banyak guru ngaji yang juga berprofesi lain, seperti pedagang, buruh, dan pekerjaan informal lainnya.

“Dengan program ini, mereka akan terlindungi jika terjadi kecelakaan kerja. Seluruh iuran ditanggung penuh oleh Pemkab Jember,” tegas Hafid.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.