Sabtu, 20 Jun 2026 11:36 WIB

Gerakan Jogo Suroboyo Kian Masif, Pasca Demo Ricuh di Surabaya

Salah satu spanduk ajakan Jogo Suroboyo dipasang di ruas jalan protokol (foto: FPK for jatimnow.com)
Salah satu spanduk ajakan Jogo Suroboyo dipasang di ruas jalan protokol (foto: FPK for jatimnow.com)

jatimnow.com - Gerakan Jogo Suroboyo kian masif. Gerakan ini muncul setelah demo ricuh di Surabaya yang sempat menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan rasa tidak aman di masyarakat. 

Untuk menjaga suasana tetap kondusif , Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Surabaya tergerak untuk memperkuat semangat gotong royong antar warga.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya 1 Tahanan Politik di Rutan Medaeng Surabaya

Sebagai wadah yang menaungi berbagai unsur masyarakat dari berbagai suku yang tinggal di Surabaya, FPK terpanggil untuk menciptakan suasana yang kondusif. 

FPK Surabaya juga mengimbau seluruh masyarakat Surabaya untuk bersama-sama dan bergotong royong menjaga Kota Pahlawan.

Imbauan tersebut direalisasikan dalam bentuk pemasangan sekitar 100 spanduk "Jogo Suroboyo" di 31 kecamatan, serta di jalan-jalan protokol Surabaya.

Ketua FPK Surabaya, Hoslih Abdullah menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah bentuk kepedulian antar sesama warga Kota Surabaya.

"Sebagai bagian dari kepedulian kami, FPK yang terdiri dari 27 suku bangsa yang tinggal di Surabaya bertekad ikut menjaga kondusifitas kota Surabaya," ujar Cak Dullah sapaan akrabnya, Rabu (10/9/2025)

Baca Juga: 1 Tahanan Politik Meninggal di Rutan Medaeng Surabaya

Ia mengaku, pihaknya menyebarluaskan sekitar 100 spanduk dengan tulisan 'Guyub, Rukun Seduluran, Wani Jogo Suroboyo'. 

Menurutnya, pesan ini singkat, padat dan jelas untuk mengajak warga agar kompak, rukun, bersaudara, dan berani menjaga Surabaya.

"Pemasangan spanduk ini adalah inisiatif dari kami. Selain itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga sering menghimbau dan mengingatkan kepada kita semua masyarakat Surabaya yang selalu guyub rukun itu, gotong royong dan menjaga persaudaraan,” jelasnya

Beberapa lokasi pemasangan spanduk antara lain di Jalan Yos Sudarso, Jalan Tembok, Kecamatan Bubutan dan lainnya. Cak Dullah berharap spanduk-spanduk ini dapat terjaga dengan baik dan pesannya bisa terbaca di berbagai sudut kota.

Baca Juga: Saiful Amin Dipindahkan ke Lapas Kediri, Penasihat Hukum Minta Sidang Dipercepat

"Harapannya ya mudah-mudahan spanduknya bisa terjaga dengan baik, tidak rusak, agar terbaca oleh masyarakat,” imbuhnya.

Untuk menjaga kondusifitas, FPK juga secara rutin melakukan sosialisasi program-program pemerintah ke kecamatan-kecamatan di Surabaya. 

Hal ini termasuk dukungan terhadap program pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM Swakarsa) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.