Jumat, 19 Jun 2026 02:36 WIB

Seniman Muda Surabaya Kemas Tradisi Mamaca Madura dengan Sentuhan Gen Z

  • Penulis :
  • | Rabu, 10 Sep 2025 14:30 WIB
Penampilan Mamaca Madura ala Rara, seniman muda asal Surabaya. (Dok. Rara for jatimnow.com)
Penampilan Mamaca Madura ala Rara, seniman muda asal Surabaya. (Dok. Rara for jatimnow.com)

jatimnow.com – Seniman muda asal Surabaya, Shafira Onky Parasmita berhasil menghidupkan kembali tradisi Mamaca Madura yang kian tergerus zaman. Lewat kreativitas dan inovasinya, perempuan yang akrab disapa Rara ini menyulap Mamaca menjadi pertunjukan modern yang dekat dengan selera Gen Z.

Rara menjelaskan, Mamaca adalah tradisi membaca teks-teks lama dengan cara ditembangkan, lalu diikuti dengan penjelasan makna (panegghes). Teks yang dibawakan biasanya memuat ajaran moral, etika, hingga nilai-nilai budaya. Pada masa lampau, Mamaca berfungsi sebagai media dakwah sekaligus pendidikan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

“Tradisi Mamaca dikenal dengan dinamika vokal, dialek Madura yang khas, serta ornamen vokal yang unik,” tutur Rara, Rabu (10/9/2025).

Namun, popularitas Mamaca tak sekuat tradisi Madura lainnya. Dari keresahan itu, Rara mencoba meracik ulang agar Mamaca bisa diterima generasi muda tanpa kehilangan roh aslinya. Ia kemudian menciptakan karya berjudul Unen, dengan berpijak pada konsep kebebasan mencipta musik dari Pande Made Sukerta, serta gagasan Kepenak Ora Kepenak dari Epistemologi Penciptaan Seni Bambang Sunarto.

“Karena sajian Mamaca original sangat sederhana namun menyentuh dan sakral. Sehingga menurut saya banyak yang tidak bisa memahami makna yang disampaikan. Apalagi, kemasan Mamaca yang original ini kurang menarik hati Gen Z,” imbuhnya.

Rara lantas meramu tradisi Mamaca agar menarik dan bisa dinikmati oleh Gen Z tanpa meninggalkan roh dan identitas yang original. Ia mengemas dengan sebuah pertunjukan yang dibagi menjadi tiga segmen.

Pertama, Rara menghadirkan narasi Mamaca berbahasa Madura yang diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia dan Inggris. Narasi disampaikan dengan humor dan diiringi oleh musik digital dan alunan vokal pop.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kedua, Rara membuat penonton terlibat ke dalam pertunjukan dengan cara saling berinteraksi. Ia juga menyelipkan berbagai teknik vokal tradisi dari Jawa Timur. Seperti vokal loak-laok dan ura-ura sampai senggak gaya Gresik. Hal ini merupakan pancingan agar penonton larut dalam pertunjukan dan akhirnya terlibat tanpa paksaan.

Ketiga, Rara memadukan konsep musik digital, nyanyian narasi, dalang yang menjadi penerjemah (panegghes) yang bersahutan, hingga senggak interaktif dari audiens. Bagian ketiga sengaja dibuat Rara sebagai simbol hubungan dunia digital modern dengan tradisi lisan yang sudah diwariskan turun temurun.

“Harapan saya masyarakat bisa menerima perubahan dari tangan kreatif anak muda tanpa meninggalkan esensi kesenian Mamaca original. Mau seliar apapun dalam menghasilkan karya, namun tetap harus berpijak pada akar tradisi,” jelasnya.

Pertunjukan tradisi Mamaca modern hasil kreativitas Rara sudah ditunjukan di kalangan Gen Z pada 31 Agustus 2025 lalu di Kedai Semoga Sukses Jalan Raya Tenggilis 64. Lokasi tersebut dipilih Rara lantaran terkenal sebagai tempat nongkrong dan berkumpulnya GenZ di Surabaya. Dalam pertunjukan tersebut, Rara juga melibatkan homeband kedai Semoga Sukses, Konspirasi Feel Orkes yang reguler tampil setiap hari Jumat. Selain itu, ada 8 vokal dan 2 seniman Mamaca Original yang terlibat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Pertunjukan Mamaca modern hasil ramuan Rara pun diterima oleh mayoritas pengunjung kedai. Sekaligus, mengantarkannya meraih gelar Magister Kesenian dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Kini, ia berkomitmen membuat terobosan baru dengan meramu tradisi-tradisi yang sudah ditinggalkan menjadi hal baru yang bisa dinikmati Gen Z.

“Kedepan saya akan terus meramu tradisi yang mulai ditinggalkan dengan hal-hal baru yang digemari generasi sekarang. Agar tradisi asli tidak punah dan bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.