Selasa, 16 Jun 2026 01:49 WIB

Demo Reda? Kacung Marijan: Presiden Harus Atasi Akar Masalah!

Guru Besar FISIP Universitas Airlangga, Prof. Kacung Marijan. (Foto/Humas Unair)
Guru Besar FISIP Universitas Airlangga, Prof. Kacung Marijan. (Foto/Humas Unair)

jatimnow.com - Gelombang demonstrasi yang melanda Indonesia sejak akhir Agustus lalu memicu berbagai tanggapan, termasuk dari kalangan akademisi.

Guru Besar FISIP Universitas Airlangga, Prof Kacung Marijan, menyoroti efektivitas respons Presiden Prabowo dalam meredam eskalasi demo, namun mengingatkan potensi krisis legitimasi jika masalah mendasar tidak segera diatasi.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil ini dipicu oleh kebijakan kontroversial DPR RI terkait kenaikan tunjangan pendapatan.

Demonstrasi yang awalnya terpusat di Jakarta, meluas ke berbagai kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Makassar, hingga Medan. Tragedi pelindasan seorang pengemudi ojek online di Surabaya pada 28 Agustus menambah panas situasi.

Prof. Kacung Marijan menilai, kericuhan demonstrasi tidak lepas dari kegagalan DPR dalam membuka ruang dialog.

“Dua aksi besar tanggal 25 dan 28 Agustus kemarin sesungguhnya diarahkan pada DPR awalnya, tapi parlemen tidak menyediakan saluran dialog. Akibatnya keresahan yang terpendam meletus tanpa kendali setelah jatuhnya korban,” ujarnya.

Menurutnya, ketiadaan kanal komunikasi membuat massa aksi mudah tersulut emosi. Tindakan represif aparat kepolisian yang memakan korban jiwa juga memperburuk keadaan.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

Namun, Prof. Kacung melihat adanya perbedaan signifikan dalam respons publik terhadap Presiden dan DPR.

“Kepercayaan publik terhadap Presiden masih relatif tinggi setelah langkah yang diambil untuk menjenguk dan turut berbelasungkawa pasca terjadi tragedi meninggalnya ojek online, berbeda dengan DPR yang semakin menurun karena tidak ada langkah yang responsif dan bisa dikatakan sangat terlambat,” jelasnya.

Langkah Presiden Prabowo yang segera melayat keluarga korban dan meminta DPR membatalkan kenaikan tunjangan dinilai sebagai langkah responsif yang mampu meredakan kemarahan publik dalam jangka pendek. Pertemuan Presiden dengan pimpinan partai politik juga dipandang efektif dalam meredam eskalasi demonstrasi.

“Ini langkah komunikasi yang penting. Presiden berhasil merangkul partai-partai dan bahkan direspon oleh para ketua partai dengan melakukan penonaktifan beberapa anggota DPR. Itu sinyal kuat kepada publik,” imbuh Prof. Kacung.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

Meski demikian, Prof. Kacung mengingatkan bahwa langkah-langkah cepat tersebut hanya bersifat sementara. Ia menekankan perlunya strategi jangka panjang untuk mengatasi ketidakpercayaan publik yang bisa bergeser dari DPR ke pemerintah.

“Presiden perlu membuat kebijakan menyeluruh, terutama untuk membuka peluang kerja dan menumbuhkan harapan generasi muda. Kalau tidak, protes jalanan bisa bergeser menjadi krisis legitimasi bagi pemerintah,” pungkasnya.

Masalah mendasar, menurut Prof. Kacung, adalah keresahan anak muda terkait masa depan ekonomi, lapangan kerja, dan kesenjangan sosial. Isu-isu inilah yang menjadi latar belakang kemarahan publik, yang kemudian tersulut oleh kebijakan kenaikan tunjangan DPR.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.