Selasa, 16 Jun 2026 17:04 WIB

Pelaku Pencabulan di Ponorogo Didominasi Orang Terdekat

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Ponorogo, IPDA Ayudia Gestik
Kanit PPA Sat Reskrim Polres Ponorogo, IPDA Ayudia Gestik

jatimnow.com - Fenomena kasus pencabulan yang terjadi  di Ponorogo selama ini, pelaku didominasi oleh orang-orang dari lingkungan terdekat korban. Modus yang dipakai pun beragam.

Kesimpulan ini disampaikan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Ponorogo, Ipda Gestik Ayudia.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ia mengatakan, dari 8 kasus yang ditanganinya selama ini, para pelaku pencabulan justru berasal dari lingkungan terdekat korban. Diantaranya, teman, tetangga, pacar, hingga keluarga korban.

"8 kasus ini saya tangani dari kurun waktu Januari hingga September 2018 ini," ujarnya.

Modus yang digunakan pelaku pun bermacam-macam. Mulai dari mengiming-imingi korban dengan barang, uang maupun melakukan bujuk rayu lainnya. Misalnya menjanjikan akan dinikahi jika mau melakukan persetubuhan.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

"Korban biasanya memerlukan rasa kasih sayang dan perasaan aman. Itulah yang dimanfaatkan oleh pelaku. Mereka mendekati korban, merayu atau memberi janji. Jika ada penolakan, biasanya akan disertai ancaman yang membuat korban takut, hingga akhirnya terjadi persetubuhan," terangnya.

Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, mengatakan, untuk mencegah hal tersebut dapat terjadi, maka sosialisasi melalui penyuluhan hukum ke sekolah-sekolah dilakukan Kepolisian secara intensif melalui Bhabinkamtibmas.

Dalam penyuluhan tersebut, pihaknya mensosialisasikan mengenai bagaimana melakukan pengawasan terhadap anak, termasuk soal perilaku dan pergaulannya sehari-hari kepada para orang tua dan wali murid.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Bhabinkamtibmas kami yang disebar di setiap kelurahan ini sebagai upaya pencegahan langsung kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya,” pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.