Selasa, 16 Jun 2026 01:38 WIB

SP IMPPI Apresiasi Kebijakan Bupati Jember yang Pro-Pekerja Migran

Ketua Umum Pimpinan Pusat SP IMPPI, William Yani Wea. (Foto/SP IMPPI)
Ketua Umum Pimpinan Pusat SP IMPPI, William Yani Wea. (Foto/SP IMPPI)

jatimnow.com - Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP IMPPI) memberikan apresiasi terhadap kebijakan Bupati Jember Muhammad Fawait yang dinilai pro terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ketua Umum Pimpinan Pusat SP IMPPI, William Yani Wea, menyambut baik langkah Bupati Jember yang mempermudah pengurusan administrasi bagi calon pekerja migran di Kabupaten Jember.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Hal itu dibuktikan dengan diresmikannya Kantor P4MI (Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Jember.

"Dengan kebijakan Bupati Jember itu, para calon pekerja migran cukup mengurus administrasi di wilayah Jember, sesuai domisili. Tidak seperti sebelumnya, harus ke Surabaya, Malang atau Banyuwangi. Ini kebijakan pro pekerja migran, kita apresiasi," kata Willy, sapaan akrab William Yani Wea, pada Rabu (3/9/2025).

Delegasi Indonesia di L20 Summit 2025 di Afrika Selatan ini berharap langkah yang dilakukan oleh Bupati Jember dapat diikuti oleh kepala daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya mempermudah pelayanan kepada calon pekerja migran, tetapi juga mengarahkan mereka untuk berangkat sesuai prosedur resmi.

"Ini bagian edukasi agar calon pekerja migran berangkat sesuai prosedur resmi. Bila regulasinya sudah dipermudah, tak ada alasan lain berangkat secara ilegal," tegas Willy.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Ketua Pimpinan Daerah SP IMPPI Jawa Timur, Muhammad Didi Rosadi, menambahkan bahwa Jember sebagai salah satu kantong migran di Jawa Timur telah memberikan perhatian serius kepada pekerja migran.

Ia menilai Gus Fawait memiliki empati terhadap warganya yang banyak bekerja di luar negeri.

Pihaknya berharap ada edukasi kepada pekerja migran agar cukup 5 tahun bekerja di luar negeri. Setelah itu, mereka dapat kembali ke Jember dengan membuka usaha dan melakukan transfer skill.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Harus diakui, pekerja migran memberikan devisa yang tidak sedikit kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah. Karena itu sudah sepatutnya pemerintah memberikan kemudahan administrasi kepada calon pekerja migran," pungkas Diday.

Bupati Fawait menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan komitmen pemerintah Kabupaten Jember dan komitmen dari Presiden Prabowo untuk mempermudah para calon PMI dalam mengurus prosedur.

"Nanti mereka yang berada di Jember akan terdata dengan baik dan berangkat ke luar negeri secara prosedural," terangnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.