Kamis, 18 Jun 2026 18:39 WIB

TempeFast UM Surabaya Atasi Masalah Produksi Tempe UMKM, Kualitas Terjamin!

Inovasi TempeFast UM Surabaya menjadi angin segar bagi sentra UMKM tempe Desa Jeruk Purut, Gempol, Pasuruan. (Foto/Humas UM Surabaya)
Inovasi TempeFast UM Surabaya menjadi angin segar bagi sentra UMKM tempe Desa Jeruk Purut, Gempol, Pasuruan. (Foto/Humas UM Surabaya)

jatimnow.com - Desa Jeruk Purut, Gempol, Pasuruan, yang dikenal sebagai sentra UMKM tempe, kini mendapat angin segar berkat inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).

Mereka menciptakan "TempeFast", fermentor tempe berbasis tenaga listrik yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi tempe.

Baca Juga: IndoWood Expo 2026 Raup 2.049 Pengunjung, Perkuat Daya Saing Furnitur

Selama ini, produsen tempe di Desa Jeruk Purut masih mengandalkan cara tradisional dalam proses fermentasi.

Ketergantungan pada suhu dan kelembapan lingkungan seringkali menyebabkan kualitas dan waktu fermentasi tidak konsisten. Selain itu, keterbatasan alat dan pengetahuan teknis menjadi kendala dalam meningkatkan produktivitas.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN UM Surabaya menghadirkan TempeFast, sebuah inovasi yang memungkinkan pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada cuaca. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu otomatis, sehingga proses fermentasi berlangsung lebih cepat dan stabil.

Dengan suhu yang konsisten, tempe yang dihasilkan memiliki tekstur dan kualitas yang seragam. Selain mempercepat proses produksi, TempeFast juga membantu pelaku UMKM menghemat tenaga karena tidak perlu mengontrol suhu secara manual.

Baca Juga: XLSMART Genap Setahun, Jaringan dan 5G Makin Luas

Produsen cukup memasukkan bahan tempe yang telah diberi ragi ke dalam wadah fermentor, dan sistem pemanas otomatis akan menjaga suhu sesuai standar fermentasi. Pengguna hanya perlu melakukan pengecekan sesekali selama kurang lebih 12 jam.

Tim KKN UM Surabaya meyakini bahwa TempeFast tidak hanya memberikan manfaat dalam hal kecepatan dan kualitas, tetapi juga memberikan contoh bagaimana teknologi sederhana dapat diterapkan untuk usaha rumahan.

Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat lebih melek teknologi dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Ketua Tim KKN UM Surabaya, Tufail Ilham Mansiz, berharap inovasi ini dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku UMKM tempe di Desa Jeruk Purut.

"Dengan adanya TempeFast, proses produksi lebih efisien, kualitas tempe lebih terjamin, dan para pelaku usaha bisa lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujarnya.

"Harapan kami, alat ini dapat meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin ketat," tandasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.