Minggu, 14 Jun 2026 11:29 WIB

Pasca Kerusuhan, Dinas Pendidikan Kota Kediri Terapkan Belajar Daring

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan (Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan (Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Pendidikan Kota Kediri mengeluarkan surat edaran. Mereka memutuskan untuk menerapkan pembelajaran daring bagi seluruh satuan pendidikan mulai 1 September 2025. Kebijakan ini diberlakukan pasca kerusuhan yang merusak sejumlah fasilitas pemerintah di Kota Kediri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan, menyampaikan keputusan tersebut mempertimbangkan keamanan serta kekhawatiran orang tua siswa. Banyak orang tua yang khawatir pasca kejadian pembakaran dan penjarahan beberapa waktu lalu. Hal ini membuat pihak Dinas membuat kebijakan untuk melakukah kegiatan pembelajaran melalui daring.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

"Terus dari arahan Mbak Walikota dengan pertimbangan keamanan dan kekhawatiran, banyak kekhawatiran dari orang tua sehingga kami dari Dinas Pendidikan Kota Kediri ini mengambil langkah untuk sementara proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan yang di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Kediri ini kita himbau untuk dilaksanakan secara daring, ujarnya, Senin (1/9/2025).

Meskipun kegiatan belajar mengajar berlangsung secara daring, namun untuk guru dan tenaga kependidikan tetap bekerja seperti biasa. Mereka tetap masuk ke sekolah. Dalam surat edaran disebutkan kebijakan daring berlaku 1-4 September 2025, namun sifatnya sementara.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

"Kalau di edaran kan memang tanggal 1 sampai tanggal 4 September, tapi ada klausul apabila proses daring ini bersifat sementara ya sampai nanti situasi dan kondisi dinyatakan bahwa ini sudah aman dan kondusif," tuturnya.

Kebijakan ini berlaku untuk jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Kediri. Langkah tersebut diambil menyusul aksi anarkis ribuan massa yang membakar dan merusak fasilitas pemerintah, termasuk Mapolres Kediri Kota, Satlantas, kantor polsek, pos polisi, dan Gedung DPRD Kota Kediri pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

Polisi telah mengamankan 14 terduga pelaku kerusuhan dan masih mendalami aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Sementara itu, Polres Kediri Kota bersama Kodim 0809 Kediri menggencarkan patroli gabungan skala besar setiap hari untuk menjaga keamanan.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.