Jumat, 19 Jun 2026 11:22 WIB

Polisi Tangkap 123 Perusuh di Kediri, Pelajar dan Santri dari Blitar hingga Mojokerto

Penampakan dalam kantor Pemkab Kediri pasca kerusuhan. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Penampakan dalam kantor Pemkab Kediri pasca kerusuhan. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com – Polres Kediri berhasil menangkap 123 orang perusuh pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/8/2025) dini hari. Mereka diamankan dari sejumlah titik di wilayah Kabupaten Kediri pasca aksi kerusuhan yang berujung pada pengerusakan, pembakaran, dan penjarahan tersebut.

Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, menjelaskan bahwa mayoritas terduga pelaku masih berusia remaja. Mereka berasal dari kalangan pelajar hingga santri pondok pesantren.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

“Usianya bervariasi, ada anak di bawah 18 tahun hingga orang dewasa. Bahkan ada satu perempuan. Sebagian besar masih pelajar SMP, SMA, dan ada juga dari pondok pesantren. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan untuk memastikan peran masing-masing,” ujar Bramastyo, Minggu (31/8/2025).

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui sebagian pelaku bukan berasal dari Kediri, melainkan dari Blitar, Nganjuk, hingga Mojokerto.

Dalam insiden tersebut, tidak hanya fasilitas umum yang menjadi sasaran. Sejumlah kantor pemerintahan dan kantor polisi juga diserang, termasuk Polsek Ngasem, Polsek Kepung, Polsek Gampengrejo, serta Kantor Samsat Kediri yang dilaporkan hangus terbakar. Untuk sementara, pelayanan Samsat dialihkan ke Mapolres Kediri.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Untuk mencegah kejadian serupa, Polres Kediri akan meningkatkan patroli gabungan di titik-titik rawan.

“Kami akan mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai arahan pimpinan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” tegas Kapolres.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Bramastyo juga mengimbau para orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terlibat dalam tindakan anarkis.

“Ke depan kami berharap semua elemen masyarakat bisa ikut menjaga lingkungannya masing-masing. Orang tua juga harus mengawasi putra-putrinya. Jika semua peduli, InsyaAllah hal-hal seperti ini tidak akan terulang,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.