Jumat, 19 Jun 2026 01:31 WIB

Cerita Pemilik Motor yang Dibakar Massa Ricuh di Depan Grahadi Surabaya

  • Penulis :
  • | Jumat, 29 Agu 2025 18:31 WIB
Foto : Motor yang dibakar massa di depan gedung Grahadi Surabaya (Ni'am/jatimnow.com)
Foto : Motor yang dibakar massa di depan gedung Grahadi Surabaya (Ni'am/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sejumlah motor dibakar massa saat demo berjalan ricuh, di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Pemiliknya pun buka suara. Ia merupakan salah satu staf Biro Administrasi dan Pimpinan (Adpim) Pemprov Jatim, Erwin sapaan akrabnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Diketahui, motor tersebut dibakar menggunakan bom molotov oleh demonstran. Motor tersebut terparkir persis didekat pagar pintu masuk halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Saat itu, massa ingin merangksek masuk ke area halaman. Namun, dihalau petugas menggunakan water canon untuk mengantisipasi aksi anarkis demonstran yang berulangkali melemparkan batu ke arah Grahadi.

Massa yang tak puas melampiaskan amarahnya pada motor-motor staf yang terparkir berdekatan dengan pagar.

Kobaran api pun seketika membakar motor-motor tersebut. Erwin yang mengetahui motornya terbakar hanya bisa pasrah.

"Mau keluar menyelamatkan motor saya, saya takut, karena massa begitu beringas melemparkan bom molotov ke arah Grahadi. Ini musibah bagi saya," kata Erwin, Jumat (28/8/2025).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ia mengaku, motor tersebut memang selayaknya ia pakai sebagai kendaraan tempur dalam tugas harian peliputan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

"Jupiter tahun 2006," pungkas Erwin.

Sebelum ricuh, mereka berkumpul di Taman Apsari, lalu bergerak ke arah pintu gerbang masuk Gedung Grahadi. Mereka langsung memblokade Jalan Gubernur Suryo.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mayoritas demonstran berpakaian serba hitam. Ada juga yang mengenakan jaket ojek online (ojol). Setelah sukses memblokade Jalan Gubernur Suryo, mereka meneriakkan aspirasinya, di susul lemparan batu.

Gerbang pintu masuk Gedung Grahadi dikunci. Polisi juga membuat barisan di depan pintu gerbang mengenakan tameng serta memarkirkan mobil taktis.

"Jangan lempar-lempar," kata petugas kepolisian dari pengeras suara.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.