Kamis, 18 Jun 2026 19:16 WIB

Satu Jurnalis Surabaya Jadi Korban Demo Ricuh di Depan Grahadi

  • Penulis :
  • | Jumat, 29 Agu 2025 17:32 WIB
Salah satu jurnalis Surabaya Amar menjadi korban demo ricuh di Grahadi Surabaya (foto: Fikri for jatimnow.com)
Salah satu jurnalis Surabaya Amar menjadi korban demo ricuh di Grahadi Surabaya (foto: Fikri for jatimnow.com)

jatimnow.com - Satu jurnalis Surabaya dikabarkan menjadi korban demo ricuh di depan Gedung Negara Grahadi.

Ia adalah Amar Jurnalis Koran Swara News. Ia menjadi korban saat tengah melakukan tugas peliputan aksi solidaritas bela ojol yang tertabrak kendaraan rantis Brimob di Jakarta.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya 1 Tahanan Politik di Rutan Medaeng Surabaya

Irman, salah satu rekan jurnalis Surabaya yang mengevakuasi korban mengaku, korban terkena ledakan gas air mata yang ditembakkan petugas dari dalam area Gedung Negara Grahadi.

Saat itu, korban memang tengah berdiri berdekatan dengan pagar Gedung Negara Grahadi untuk mengambil visual gambar kericuhan demonstran.

"Kena serpihan katanya. Kena bagian mata," ucap Irman, kepada jatimnow.com, Jumat (29/8/2025).

"Saya sudah memperingatkan, Cak Amar ini mau ricuh. Lalu tiba-tiba terdengar tembakan. Bertepatan suara itu, saya balik kanan, karena ingat Amar, saya mau tarik dia, tiba-tiba sudah tergeletak," imbuh Irman, menjelaskan.

Diketahui, aksi demo di depan Gedung Negara Grahadi hari ini bejalan ricuh. Demonstran mengamuk. Sejumlah fasilitas hingga motor juga dibakar.

Demo yang mengusung tema aksi solidaritas ini menghancurkan barikade kawat berduri yang didirikan polisi. Pagar pun dirobohkan.

Baca Juga: 1 Tahanan Politik Meninggal di Rutan Medaeng Surabaya

Tak hanya itu, sejumlah motor yang terparkir di sebelah pagar juga tak luput dari amukan demonstran.

Sebelum ricuh, mereka berkumpul di Taman Apsari, lalu bergerak ke arah pintu gerbang masuk Gedung Grahadi. Mereka langsung memblokade Jalan Gubernur Suryo.

Kebanyakan dari demonstran berpakaian serba hitam. Ada juga yang mengenakan jaket ojek online (ojol). Setelah sukses memblokade Jalan Gubernur Suryo, mereka meneriakkan aspirasinya, di susul lemparan batu.

Gerbang pintu masuk Gedung Grahadi dikunci. Polisi juga membuat barisan di depan pintu gerbang mengenakan tameng serta memarkirkan mobil taktis.

Baca Juga: Saiful Amin Dipindahkan ke Lapas Kediri, Penasihat Hukum Minta Sidang Dipercepat

"Jangan lempar-lempar," kata petugas kepolisian dari pengeras suara.

Massa lalu menyeret kawat berduri yang telah terpasang di depan Gedung Grahadi hingga ke tengah jalan.

Lemparan batu terus terjadi. Polisi kemudian menyemprotkan water cannon ke arah demonstran hingga berkali-kali.

Selain itu juga membawa sejumlah poster bertuliskan "Adili segera pelaku pelanggaran HAM berat" dan "usut tuntas Tragedi 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.