Rabu, 17 Jun 2026 21:40 WIB

Tekan Stunting, AKI dan AKB, Pemkab Jember Terjunkan Seribu Tenaga Kesehatan

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 29 Agu 2025 11:25 WIB
Foto : Bupati Jember Gus Fawait saat press conference di depan Kantor Pemkab Jember (Sugianto/jatimnow.com)
Foto : Bupati Jember Gus Fawait saat press conference di depan Kantor Pemkab Jember (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pemkab Jember menerjunkan 1000 tenaga kesehatan ke berbagai pelosok desa. Mereka dikerahkan untuk membantu program menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan ini merupakan program baru yang digalakkan oleh Pemkab. Angka kematian ibu dan anak di Jember tertinggi di Jawa Timur. Selain itu program ini juga bertujuan menangani kasus stunting.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

"Program baru, bucin kesianak, yakni Bupati cinta kesehatan ibu dan anak. Angka kematian ibu dan bayi tertinggi Se-Jatim, termasuk stunting, maka program ini akan melibatkan seribu nakes dan dokter spesialis bucin kesianak. Jadi tidak hanya dipasrahkan bidan, tapi kita akan melepas nakes, bagaimana mengidentifikasi atau yang sedang hamil," ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Program ini akan berjalan selama 6 bulan kedepan. Para tenaga kesehatan ini akan melakukan pemeriksaan bersama-sama, serta mengidentifikasi dengan cermat, baik termasuk dengan yang berisiko tinggi.

"Akan kami kawal sampai lahiran, selama 6 bulan akan ditugaskan di Jember," tuturnya.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Sedangkan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Jember, Akhmad Helmi Luqman menambahkan, dokter spesialis juga akan diturunkan di beberapa kecamatan dengan kategori resiko tinggi.

"Intinya ya harus dirujuk, dioperasi dan bahkan keputusan dari sana. Jangan sampai ada keputusan, terjadi kematian ibu dan anak. Karena ego, atau tidak segera dirujuk. Semua ikut serta menurunkan AKI dan AKB di Jember," tegasnya.

Baca Juga: Data Warga Miskin Dibenahi, BP Taskin Puji Langkah Pemkab Jember

Petugas akan memberikan pendampingan saat kegiatan Posyandu. Mereka juga akan berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama serta lainnya. Petugas juga diharapkan bisa menyederhanakan bahasa ke masyarakat, agar mudah dipahami dan dimengerti.

"Bahwa nanti, masyarakat yang mau memeriksa kandungan tidak takut. Jadi bisa terpantau, mulai kandungan pertama sampai melahirkan," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.